Kuasai 44% FMCG, Kelas Menengah Jadi Primadona

Saat ini terjadi perkembangan yang sangat signifikan di konsumen kalangan menengah. Mereka ternyata menguasai 44% pasar Fast Moving Consumer Good FMCG) di Indonesia. Sesuatu yang seharusnya dimanfaatkan oleh pelaku pemasaran. Meskipun, strategi yang harus dilakukan tidak sekadar 'perang harga'.

 

Pernyataan tersebut diungkapkan Catherine Eddy, Managing Director of Consumer Group Nielsen Indonesia. Apalagi, GDP Indonesia diperkirakan menyentuh US$ 3 ribu di masa depan. “Kelas menengah mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Bahkan, mereka berkontribusi dalam 44% total belanja FMCG di Indonesia. Karena itu, bisa dibilang, konsumen kelas menengah membentuk industri ritel Indonesia,” kata Catherine. Kelas menengah berarti satu rumah tangga yang menghabiskan belanja dasar sebesar Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per bulan.

 

Kelas menengah di Indonesia, menurut Catherine, cukup unik. Meski sangat memperhatikan perbandingan harga antar produk, konsumen tetap memperhatikan value dan practicality produk. “Konsumen ingin produk itu tidak hanya murah tetapi juga bernilai bagi pengalaman hidup konsumen. Mereka ingin sesuatu yang terasa dekat dan memberikan experience yang menyenangkan. Karena itu, produsen seharusnya melakukan strategi pemasaran yang terintegrasi. Tidak hanya sekadar memberi harga murah dan berpromosi konvensional,” kata Catherine menjelaskan.

 

Krisetiadi Purwanto, Director of Retail Measurement Services Nielsen Indonesia juga menambahkan, kalangan kelas menengah Indonesia berada di posisi ketiga setelah Cina dan India, jika berbicara soal jumlah kelas menengah dibandingkan lapisan masyarakat lain. Bedanya, kelas menengah Indonesia 'berbau' entrepreneur. “Yang unik, kami melihat bahwa kelas menengah di Indonesia sangatlah kaya akan jiwa entrepreneur. Banyak tumbuh usaha kecil dan menengah. Karena itu, dalam berbelanja, mereka tidak cuma berbicara soal harga tetapi bagaimana produk itu berguna bagi pengembangan usaha mereka.” kata Krisetiadi lagi.

 

Berdasarkan data Nielsen Indonesia, belanja produk segar masyarakat kelas menengah mencapai 37% dari belanja bulanan total. Selain itu, sekitar 97% konsumen berharap produsen memberikan nilai lebih pada produk mereka dan 88% konsumen mengaku ingin bereksperimen dengan produk. Yang menarik, sekitar 90% konsumen tertarik menggunakan minimarket dengan promosi menarik. Namun, minimarket tetap saja belum menggantikan posisi pasar tradisional yang menjadi favorit konsumen untuk belanja produk segar.

 

Berbicara soal saluran media, televisi masih menjadi favorit karena 96% konsumen kelas menengah mengaku menonton televisi setiap hari dengan rata-rata waktu menonton selama 4,5 jam setiap hari. Selain itu, program olahraga masih menjadi 'raja', diikuti dengan serial drama dan program hiburan lainnya. Konten lokal tetap menarik bagi konsumen kelas menengah sehingga setiap kota masih 'laku' dalam menjual surat kabar masing-masing.

 

 

Leave a Reply

1 thought on “Kuasai 44% FMCG, Kelas Menengah Jadi Primadona”

VIVAnews- Pertumbuhan ekonomi yang meningkat menyebabkan kelas menengah Indonesia tumbuh pesat selama tujuh tahun terakhir. Berdasarkan data Bank Dunia, pada 2003 jumlah kelas menengah hanya 37,7 persen populasi, namun pada 2010 kelas menengah Indonesia mencapai 134 juta jiwa atau 56,5 persen.Siapakah yang disebut kelas menengah? Menurut studi Bank Dunia, kalangan ini terbagi empat kelas. Pertama, pendapatan US$2-US$4 atau Rp1-1,5juta per bulan (38,5 persen). Kedua, kelas pendapatan US$4-6 atau Rp1,5 -2,6 juta perkapita perbulan (11,7 persen). Kelas berpendapatan US$6-US$10 atau Rp2,6-5,2 juta perbulan (5 persen) serta golongan menengah berpendapatan US$10-US$20 atau Rp5,2-6 juta perbulan (1,3 persen).
by business review, 02 Dec 2011, 07:35

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)