Kuatkan Pondasi Bisnis, Karyawan 'Wajib' Bahagia

Jika berbicara soal menggapai kepuasan pelanggan dan mencapai target perusahaan, manajemen bisnis seringkali mengaitkan hal ini dengan konsep teknis. Namun, PT Global Fashion Indonesia mengutamakan trik sebar kebahagiaan. Apakah itu?

Menurut CEO PT Global Fashion Indonesia, produsen merek sepatu Eagle, O.K Kim, perusahaannya menerapkan konsep berbagi kebahagaan. Caranya? Karyawan wajib bahagia. “Kebahagiaan itu berasal dari Tuhan sehingga harus dibagi. Karena itu, karyawan saat masuk kantor, harus bahagia dan meninggalkan sejenak masalah di luar kantor.” Kebahagiaan karyawan diklaim mampu menyebar ke konsumen pula.

Selain itu, dengan konsep bahagia, karyawan akan bekerja dengan tenang dan maksimal sehingga bisa menghasilkan sebuah produk yang tepat untuk masyarakat dan akhirnya menghasilkan kepuasan. “Kami ingin memaksimalkan kepuasan. Karena kepuasan memiliki unsur kebahagiaan juga,”katanya. Bertempat di Jalan Letjen S. Parman, Jakarta, PT GF Indonesia memang menerapkan konsep open office dengan suasana santai. Semua karyawan menggunakan kaus berkerah warna warni dengan logo Eagle di dada kiri sehingga menghadirkan kesan santai. “Kiat buat lingkungan kerja yang nyaman. Pintu ruangan saya tidak pernah saya tutup selama bekerja. Kita menerapkan keterbukaan,” katanya.

Peran pemimpin juga menjadi penting karena sebagai pemimpin yang baik apabila dapat menyebarkan kebahagiaan bagi karyawan, mereka bisa bekerja tenang dan bahagia. “Di sini semua bekerja sama bersama. Tidak ada superman but superteam,” katanya. Karyawan di Eagle sendiri kini berjumlah sekitar 70 orang.


GFI sendiri berhasil memasarkan Eagle 2 juta pasang setiap tahunnya dengan rasio harga dari Rp 150 ribu hingga Rp 290 ribu dan 60% terpusat di Jawa. OK mengatakan pertumbuhan penjualan pada tahun ini mencapai 40% daripada tahun kemarin pada periode yang sama. “Saya tidak mengatakan angkanya tetapi ekspektasi kita tahun depan naik menjadi 50% lebih,” katanya.

Melihat pasar sepatu yang sedemikian ramai ini, Eagle memposisikan dirinya sebagai sepatu khusus olahraga. OK mengatakan bahwa entitas sport menjadi ciri utama sepatu Eagle. Tapi, target pasar yang dibidik bukan saja untuk penggemar olahraga tetapi juga anak muda khususnya. Adapun rasio umur yang dituju adalah 15 tahun hingga 35 tahun. “Pasar kita bidik di middle, di antara middle up dan middle low,” katanya.

Eagle juga melalui proses yang sama dengan sepatu Nike dan Adidas,”katanya. Hal ini dikarenakan PT GF Indonesia tergabung dalam grup yang juga memproduksi sepatu Nike dan Adidas. OK menambahkan bahwa selama pengembangan produk Eagle, sepatun tersebut sudah menggunakan teknologi untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan anatomi kaki orang Indonesia.

Dikatakan oleh OK, misi Eagle adalah menjadi global company not only indonesian company. Namun tantangannya adalah masih di dalam harga jual, kontrol mengenai material suplai dan operasi. OK mengatakan tantangan terbesarnya adalah bagaimana menyediakan material yang baik dari supplier dan vendor yang cukup besar. “Eagle will never rest driving ahead, to exceedingly create consumers value in a maximum manner .” OK berharap, dalam jangka panjang, anak muda akan mengenali mereknya sebagai penyedia produk yang relevan dan mempercayai Eagle. (Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)