Laba Bersih Askes Capai Rp 428 Miliar di Triwulan I 2011

Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang asuransi kesehatan,  Askes, mencatat laba bersih sebesar Rp 428 miliar di triwulan I 2011. Adapun premi konsolidasinya mencapai Rp 1.923 triliun atau 21,56% dari rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP). Sementara pendapatan investasi netto mencapai Rp 253 miliar atau 25,11% dari RKAP. Aset konsolidasi Askes sendiri mencapai sebesar Rp 11,473 atau meningkat 19,65% dari tahun 2010. Adapun realisasi biaya pelayanan kesehatan s/d triwulan I 2011 mencapai Rp 1,186 triliun.

Sementara itu, 895 Rumah Sakit Pemerintah Tingkat I dan II, 1082 apotek, 743 Optik, 3550 Dokter keluarga dan klinik telah menjadi bagian dari pelaksanaan perluasan jaringan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Perluasan jaringan pelayanan kesehatan tersebut diharapkandapat terus meningkatkan indeks kepuasan peserta.  “Ini merupakan tahun ke 5 bagi Askes, yang mana para peserta layanan kami menyatakan kepuasannya terhadap layanan Askes. Di tiap tahunnya, indeks kepuasan peserta selalu berada di atas level 80. Bahkan di tahun 2010, indeks tersebut mencapai 85,76% meningkat dari tahun sebelumnya yang baru mencapai 85,10%. Tahun ini, dengan mengedepankan program – program inovatif serta peningkatan pelayanan kesehatan, kami menargetkan indeks kepuasan peserta pada tahun 2011 mencapai 87%, ” ujar Dirut Askes, I Gede Subawa.

Peningkatan layanan Askes tidak hanya dilakukan di lini provider kesehatan (apotik, klinik, rumah sakit swasta/pemerintah, optik), tapi juga dengan menambahkan daftar obat-obat yang ditanggung oleh PT Askes (Persero). Hal ini telah dirumuskan pada pertemuan Nasional Pertimbangan Medik yang menentukan Daftar Plafon Harga Obat (DPHO) sehingga Item obat yang ditanggung Askes  menjadi 1619 item, 571 item obat generik, dan 1048 item obat branded generik.

Pengembangan jaringan hingga layanan di seluruh Indonesia untuk mempermudah peserta Askes pun menjadi fokus BUMN ini  melalui penandatanganan kerjasama dengan empat Rumah Sakit swasta yaitu PT Farmon Global Media, PT Lippo karawaci Tbk, dan RS Stella Maris, dan RS Medika BSD. Seiring dengan kenaikan tarif rata-rata 47,79%, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI,  Direktur Korporat PT Farmon Global Medika, dr. Ferdy D. Tiwow, MS., mengatakan “Peserta Askes kini dapat menikmati layanan di enam jaringan Rumah Sakit kami, yang tentunya akan kami layani dengan baik.”

Hingga bulan Mei 2011, telah disalurkan dana Program Kerja Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp 8, 5 miliar. “Askes  berupaya untuk turut serta dalam memberikan dampak positif di masyarakat melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan” ungkap I Gede Subawa. Secara garis besar, penyaluran dana PKBL ini dialokasikan untuk bencana alam, pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan, prasarana & sarana umum, sarana ibadah, dan pelestarian alam. Beberapa program dilaksanakan baru – baru ini berkenaan dengan PKBL yaitu memberikan dana bantuan untuk membuat cluster binaan yang terdiri dari 79 penenun sutera dari Desa Pakanna, 9 kelompok binaan dari Kabupaten Bone, dan Sengkang, Sulawesi Selatan. Kedepan dana bantuan untuk cluster binaan juga akan dilaksanakan di Bojonegoro Jawa Timur.

Bantuan lain yang diberikan adalah kepada daerah Tabanan, Bali, untuk renovasi taman dan penghijauan di kota tersebut. Dana bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemajuan industri lokal di kedua kota tersebut. Askes juga akan mengembangkan lingkungan di desa binaan dengan memberikan bantuan bina lingkungan,seperti membangun sarana umum atau fasilitas air bersih, peningkatan kesehatan dan bantuan sarana ibadah.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)