Laserin Obat Batuk Asli dari Tanah Minang

Tidak banyak yang tahu bahwa obat batu Laserin adalah original brand milik Indonesia. Awalnya Laserin adalah obat batuk yang digunakan dalam keluarga pendiri, yaitu (almarhumah) Muliani Widjaja. Obat batuk ini menggunakan resep dari bahan bahan herbal yaitu jahe, sirih, cengkeh, kayu manis. Efektifitas obat batuk Laserin mulai dikenal oleh masyarakat sekitar dan pada 1931 Laserin mulai diproduksi secara home industry di Padang dan dipasarkan terutama di Sumatra Barat. Melihat pertumbuhan penjualan yang makin pesat, tahun 1947 keluarga Muliani pindah ke Jakarta.

Pada 1962 PT Mecosin Indonesia resmi berdiri di Jakarta sebagai perusahaan farmasi, dimana selain memproduksi Laserin perusahaan mulai masuk ke ethical product. Karena situasi politik yang tidak menentu tahun 1963 – 1965 produksi Laserin sempat terhenti sementara, namun dalam perkembangan selanjutnya dengan semakin meningkatnya permintaan dan produk-produk yang dihasilkan PT Mecosin Indonesia mulai menghasilkan produk dengan mesin automatic.

Demikian pula proses produksi dilakukan dengan mesin dan melalui pengawasan quality control mengikuti persyaratan perusahaan farmasi yang mensyaratkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik dan Benar), namun tetap menggunakan bahan baku tanaman obat alamiah seperti resep awal milik keluarga,” jelas Irawati Tirtodinoto, OTC Group Produk Manajer PT Mecosin Indonesia.

Keunikan Laserin diklaim Irawati, obat batuk yang menggunakan bahan-bahan herbal berkhasiat, tanaman obat asli Indonesia spt: jahe, sirih, cengkeh, kayu manis dan akar pakis. Rasa Laserin yang khas: manis dan hangat yang dapat melegakan tenggorokan berbeda dari obat batuk yang lain yang pada umumnya menggunakan bahan kimia. Karena tanpa kandungan bahan kimia, Laserin juga aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

Sejak tahun 1980-an, Laserin dipasarkan dengan kemasan botol plastik ukuran 30 ml dan 110 ml. Kemudian th 1990an mulai dipasarkan kemasan 60 ml dan 225 ml. Desain botol dan kemasan 30ml dan 110 ml masih dipertahankan sampai sekarang, hanya mengalami perbaikan dalam finishing kemasan (sdh di uv ) dan perubahan bahan plastik menjadi PET sesuai standard pemakaian obat.

Kelebihan Laserin adalah merek yang sudah sangat dikenal oleh konsumen. Ada saat dimana kami menggunakan brand ambassador untuk reminding konsumen. Dewi Yull adalah brand ambassador Laserin yang paling banyak diingat oleh konsumen Laserin dan karenanya paling lama digunakan sebagai model produk (1996 – 2002),” klaim Irawati.

Tantangan yang spesifik adalah bagaimana merek bisa tetap ada di benak konsumen saat ini, karena perilaku konsumen Laserin mengalami perubahan dibandingkan beberapa tahun lalu.

Nah, menyadari adanya potensi market anak-anak dan kebutuhan yang berbeda antara konsumen dewasa dan anak, pada tahun 2006 Laserin menggunakan strategi differentiated marketing dengan melansir Laserin Madu khusus obat batuk anak-anak dan membuat positioning baru Laserin untuk obat batuk dewasa. Pada periode sebelumnya positioning obat batuk Laserin adalah untuk anak dan dewasa.

Brand ambassador yang pernah dipakai adalh artis Dewi Yull (1991-1992, 1996 – 2002) Nungki Kusumastuti (1993 – 1995), Cyndi Cenora, Anjasmara dan Dian Nitami (2000 -2002), Model iklan lainnya sejak tahun 2003 sampai sekarang. Saat ini Laserin tidak menggunakan brand ambassador namun ada even-even hiburan yang dilakukan di pasar-pasat secara kontinyu untuk mendekatkan produk pada konsumen

Target pasar Laserin adalah dewasa dan Laserin Madu untuk anak-anak. Kegiatan yang dilakukan lebih banyak ditargetkan pada ibu sebagai pengambil keputusan dalam pembelian obat.

Menurutnya, kini Laserin mempunyai 4 kemasan: ukuran 30 ml, 60 ml,110 ml dan 225 ml. Laserin Madu ada 3 kemasan : 30 ml, 60 ml, 110 ml. Penjualan per bulan rata-rata tahun 2011 adalah 2,1 juta botol, dengan harga rata-rata Rp 3500 – 4000.

Laserin dikenal oleh pelanggan sebagai obat batuk dari bahan herbal yang aman dan berkhasiat, tanpa efek samping penggunaan bahan kimia. Perusahaan memberikan komitmen untuk menjaga dan meningkatkan mutu produk melalui pemilihan bahan baku herbal yang berkualitas serta melakukan product development (dimana formulasi tetap menggunakan bahan2 herbal) untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kekuatan merek ’Laserin’ digunakan sebagai brand extension untuk produk-produk yang didevelop. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)