Lensa Optifog Essilor Bidik Market Share 20-30%

Setelah Indonesia terpilih secara resmi sebagai negara pertama di dunia untuk peluncuran lensa Optifog dari Essilor, kin produk tersebut sudah dipasarkan di optik-optik di seluruh Tanah Air. ”Pemilihan Indonesia sebagai negara pertama peluncuran di antara 100 negara yang menjadi pasar Essilor dengan perimbangan sebagai pasar terbesar untuk produk lensa kaca mata anti kabut di kawasan Asia,” jelas Managing Director Asean South East Asia Essilor, Sim Peng Tak.

Lensa Optifog merupakan kategori produk baru yang memiliki sifat penolakan terhadap kabut (anti kabut) yang terbukti efisien dan tahan lama.Top of Form Penelitian ekstensif telah dipatenkan oleh Essilor R&D bahwa Essilor telah menghasilkan kombinasi antara lapisan baru & cairan khusus yang tersedia dalam produk Essilor, khususnya dalam lensa Optifog.

Produk kaca mata anti kabut, menurut Strategic Marketing Manager Essilor, Diane Cecarrelli merupakan hasil pengembangan riset Essilor yang ada di kawasan Asia, sehingga diharapkan setelah diluncurkan di Indonesia produk yang membidik pangsa pasar menengah ke atas ini akan segera diluncurkan di berbagai negara lainnya.

Sebelum diluncurkan, Essilor telah melakukan uji coba kepada para pemakai lensa dan hasilnya adalag Optifog telah diterima dengan baik dan 79% dari pemakai Optifog menyatakan puas dengan manfaat yang diberikan oleh lensa tersebut. Selain pengguna lensa, 90% pakar perawatan mata merekomendasikan solusi yang ada di dalam lensa Optifog ini kepada pasien mereka.

Budi Riawan, Presiden Direktur Essilor Indonesia mengungkapkan, selain kehadiran lensa anti kabut telah dinanti oleh pengguna kaca mata di Indonesia, dengan memperkenalkan teknologi baru ini, Essilor semakin maju dalam hal inovasi produknya guna memenuhi misinya yaitu providing people with a better vision atau selalu berkomitmen tinggi dalam memberikan penglihatan yang lebih baik untuk semua orang.

Selama ini pasar Indonesia mengharapkan kehadiran lensa antikabut, tetapi belum juga dipenuhi oleh industri lensa kacamata manapun. Untuk itu, Essilor yang pertama memenuhi produk itu hingga diharapkan bakal diserap pasar minimal 20-30% dari total market yang ada.

Di antara tiga laboratorium untuk meriset lensa Optifog, yakni India, Indonesia dan Malaysia, laboratorium di Indonesia-lah yang bekerja paling baik. Peluncuran ini juga atas pertimbangan dari sisi ekonomi. Berbagai prediksi mengatakan prospek ekonomi di Indonesia semakin cerah, sehingga daya beli masyarakat pun kian baik,” tuturnya.

Proffesional Affair and Marketing Manager PT Essilor Indonesia, Fransisca Lia Erwina mengatakan, lensa Optifog dapat dipakai untuk semua desain, baik lensa minus, plus maupun progresif hingga mampu menyesuaikan keinginann model frame apapun. Ini benar-benar teknologi baru yang bermanfaat bagi optik dan end user. Pengguna kacamata sering mengalami gangguan ketika berpindah dari tempat bertemperatur tinggi ke temperatur rendah atau sebaliknya, mengakibatkan lensa menjadi berkabut. Optifog berhasil menjawab masalah tersebut. Produk ini dipasarkan dengan selisih harga Rp 300-500.000 lebih mahal dari lensa Essilor biasa yang berkisar Rp 200 ribu - 6 juta per pasang.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)