Lotus, Mobil Khusus 'Penggila' Kecepatan

Mobil kelas premium memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kalangan jetset di Indonesia. Sebut saja Ferrari, Lamborghini dan Porsche yang kadang terlihat melintas dan membuat decak kagum. Namun bagi para 'pemuja' kecepatan, nama 'Lotus' layak diperbincangkan.

Lotus identik dengan speed dan race dan memiliki sejarah panjang sebagai mobil track. Orang yang mengenal mobil ini menyebut Lotus sebagai hardcore car,” kata Endy Kusumo, Chief Operation Officer dan salah satu shareholder PT Artha Auto, pemegang merek Lotus. Endy mengakui bahwa Lotus sendiri hadir di Indonesia di momen yang cukup tepat. Tahun 2010, Lotus kembali hadir di balapan mobil paling bergengsi di dunia, Formula 1.

Berbicara mengenai Lotus, bukan hanya kemewahan dan kesan premium serta kebanggaan tersendiri tetapi juga passion. “Jadi kalau berbicara sekali lagi mengenai Lotus, segmentasi pasarnya adalah mereka para pecinta balap mobil,” katanya. Maka jelas sudah bahwa Lotus memang hadir untuk para penggila balap.

PT Artha Auto, juga memegang merek Lamborghini, melihat bahwa ada kebutuhan akan mobil seperti Lotus ini. Desain unik nan kencang menjadi nilai tambah tersendiri. Di samping itu, pecinta balap sesungguhnya cukup banyak. “Banyak pecinta balap di Indonesia. Kenapa tidak kita coba memasarkan Lotus?" Ternyata tanggapannya positif, banyak orang mulai menanyakan dan berminat. Endy mengatakan bahwa beberapa memang sudah mengenal Lotus karena saat kuliah di luar negeri atau dari dunia balap sendiri.

Endy mengatakan bahwa dirinya sering melihat banyak pembalap Indonesia membeli sebuah mobil lalu dimodifikasi sedemikian rupa untuk mencapai kecepatan yang tinggi dengan biaya yang tinggi juga. “Dengan Lotus mereka tidak perlu untuk memodifikasi sedemikian rupa, terbukti lebih kencang dengan mobil modifikasi lain. Hanya dengan minimum adjustment, Lotus bisa menang,” katanya. Endy memberikan contoh dengan modifikasi hingga 500 horse power, Lotus dengan kekuatan 220 horse power bisa mengungguli mobil lainnya.

Lotus diperkenalkan di Indonesia pada Juli 2010. Hingga kini ada 3 seri Lotus, Elise SC, Exige S dan yang terakhir Evora. Untuk Elise SC dan Exige S dibandrol dengan harga Rp 1 miliar lebih dan untuk Evora mencapai Rp 2 miliar. Harga ini tentunya jauh di bawah saudara satu atapnya di Indonesia, Lamborghini. Endy menjelaskan memang pasarnya beda antara dua produk tersebut. “Lamborghini untuk pasar Indonesia untuk lifestyle, sementara Lotus bagi pecinta balap."

Untuk pertama kali, pada 2011, Lotus mengikuti ajang balap Time Attack Sentul dan berhasil meraih prestasi. Menurut Endy dengan mengikuti balapan, lalu menang dan meraih prestasi adalah cara promosi dan membangun brand awareness yang tepat untuk Lotus. “Setelah itu, banyak orang yang mengenal Lotus dan terjadi lonjakan peminat untuk membeli." Pembelian Lotus pun gampang saja. Apabila ada mobil yang available, mobil langsung bisa diambil atau dikirim, namun kalau tidak ada harus menunggu sekitar 2-3 bulan.

Lotus sebenarnya jauh dari kesan mewah seperti Lamborghini dan Ferrari. Mobil asal Inggris ini malah minim fitur-fitur kemewahan. Endy mengatakan apabila Lotus dipasarkan untuk mereka yang butuh kemewahan tidak kena sasaran. Ruang cockpit sederhana dan semua yang dipakai dari bahan yang ringan. Endy mencontohkan kompresor AC Lotus paling beratnya hanya 5 kg, mobil lain bisa 20 kg. “Itu salah satu konstruksi dari Lotus sebagai track car. Karena untuk mencapai tenaga maksimal, bahannya yang diringankan. Yang membuat mahal adalah bahan ringan dan teknologinya," kata Endy lagi.

Sekarang ini, sudah terbentuk komunitas Lotus walaupun hanya kecil sekali. Namun menurut Endy ada kebanggan tersendiri bahwa mereka adalah empunya Lotus, mobil yang terkenal dengan handling berkualitas. Mobil yang dikenal lewat James Bond 007 dan film Pretty Woman ini sebelumnya memang belum pernah hadir di Indonesia. “Kehadiran Lotus lewat ajang balap dan menang menyebabkan banyak publikasi dan membuat mereka menjadi lebih aware terhadap merek Lotus sekarang." (Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)