Lufthansa Raup Untung dari Industri Obat Generik Asia

Menyediakan transportasi untuk perkembangan industri obat generik di Asia menjadi prioritas investasi Lufthansa AG, armada asal Jerman, dan United Parcel Service Inc (UPS). Berdasarkan data Transport Intelligence Ltd, segmen logistik farmasi tumbuh 12% di tahun ini hingga meraup US$ 63 miliar. Sebagian besar obat tersebut diproduksi di Asia dan pasar berkembang lainnya.

 

Hampir setiap maskapai melihat pangsa pasar tersebut dengan ketertarikan yang tinggi saat ini,” kata Dan Gagnon, Direktur Logistik Health-Care UPS. “Dengan semakin banyaknya kompetitor yang masuk ke pasar ini, Anda harus memberikan solusi yang lebih ekonomin dengan tingkat pelayanan yang sama.”

 

UPS yang menyediakan jasa pengiriman bagi produsen obat asal Jerman, Merck KgaA, telah berinvestasi di lima fasilitas farmasi tahun lalu dan minggu lalu, membeli perusahaan logistik obat-obatan Pieffe Group di Italia. Lufthansa juga membuka fasilitas cold cargo di Frankfurt yang akan resmi beroperasi Mei mendatang.

 

Pertumbuhan logistik farmasi rata-rata naik 7,6% di beberapa tahun mendatang bahkan diperkirakan meraup 63 miliar euro di 2015, ujar analis Cathy Roberson dari Transport Intelligence. Produk farmasi dan bioteknologi merepresentasikan nilai tertinggi per pon yang diterbangkan dengan kargo manapun.

 

Pertumbuhan akan dipicu oleh pasar negara berkembang, umumnya Cina dan Brazil,” kata Roberson. “Outsourching yang terus berlanjut dan perubahan pada peraturan pemerintah akan mendorong peningkatan pengeluaran untuk logistik.”

 

Unit kargo Lufthansa diperkirakan berkaitan dengan enam McDonnell Douglas MD-11s hingga 2015 untuk menangani obat-obatan, sama seperti posisi lima pesawat Boeing 777 yang akan dimanfaatkan pada akhir 2013. “Lebih dari 12% pertumbhan tahunan Lufthansa di India berasal dari transportasi obat-obatan,” kata Karl Ulrich Garnadt yang mengepalai unit kargo di Lufthansa.

 

Ekspor farmasi India diperkirakan naik 23% setiap tahun hingga 2015, mengingat kuantitas produksi obat-obatan generik di negara tersebut pun meningkat, berdasarkan data Organization of Pharmaceutical Producers of India dan Deutsche Post AG yang dirilis September lalu. Dengan lebih dari 100 pabrik, India menjadi rumah bagi banyak fasilitas manufaktur farmasi yang diizinkan Food and Drug Administration AS, jauh lebih banyak dari manufaktur di Amerika Serikat itu sendiri.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)