Makassar Layaknya 'Ruang Keluarga' bagi Pebisnis

Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajudin berambisi menjadikan kota tercintanya sebagai tempat yang nyaman bagi pebisnis. Kota yang terkenal dengan Pantai Losari ini bahkan memberikan kemudahan khusus dalam mengurus perizinan bisnis bagi masyarakat.

Saya ingin menjadikan Makassar, bukan hanya sebagai pintu gerbang kegiatan bisnis, melainkan living room bagi para pelaku industri,” kata Ilham singkat. Menurutnya, dengan memberikan kemudahan dan keringanan biaya perizinan, ketertarikan investor terhadap Makassar akan bertambah besar. “Ini bergantung pada spesifikasi bisnis yang kami amati. Jika bisnis itu besar tentu akan menyerap tenaga kerja di sini.”

Irham menganalogikan Makassar sebagai sebuah ruang keluarga yang nyaman dan akrab bagi para pebisnis. Sejak 2005, tren investasi Makassar meningkat pesat. Dalam kurun 2005-2008, investasi yang sudah terealisasikan mencapai Rp 10,8 triliun. “Itu investasi terpasang, bukan perencanaan. Bahkan, di 2006-2008, investasi Trans Studio mencapai Rp 1,8 triliun. Ada pula proyek jalan tol, bandara serta aktivitas perekonomian lain.”

Apa yang dilakukan untuk bisa menarik investor kakap ke Makasar? “Saya hanya lakukan komunikasi yang intens dengan mereka, menyampaikan kemudahan-kemudahan investasi di Makasar, serta menyampaikan visi dan misi saya,” jawab Irfan. Ia berhasil menarik hati Trihatma, bos Agung Podomoro Grup untuk mau investasi properti besar di pesisir pantai Makasar. “Jadi nanti ada kawasan yang baru dibangun grup properti besar itu, termasuk mereklamasi pantai di sana,” jelasnya.

Menurut Ilham, grup properti itu melihat prospek yang besar di Makasar, makanya tertarik berinvestasi di sana. Hal ini dilihat dari tinjauan perekonomian nasional, Indonesia bagian timur memiliki potensi besar, terutama dari segi sumber daya yang masih cukup besar dibanding wilayah lain di Indonesia.

Kawasan Timur dikatakan Ilham menjadi pilihan pengusaha untuk mengembangkan bisnis, termasuk pembangunan properti. “Makasar sekaran menjadi rumah kedua bagi pebisnis besar untuk mengembangkan bisnis mereka,” katanya. Induk bisnis bisa dimana saja, tapi rumah kedua pasti dipilih Makasar. Selain itu, perkembangan properti di Makasar juga menurutnya sangat pesat membuat beberapa warganya, membeli rumah hunian kedua bagi mereka. “Semua kebutuhan untuk bisnis mereka tersedia di Makasar,” imbuhnya.

Perijinan yang cepat, mudah dan murah disediakan Irham, agar kota Makasar menjadi rumah kedua bagi pebisnis itu. “Komitmen kami 12 hari kerja selesai,” tegasnya. Unit yang menangani perijinan tersebut dikatakannya sudah mendapat sertifikat ISO untuk standar kualitas layanan.

Selain itu, kemampuan pihaknya menjelaskan pada calon investor tentang visi dan misinya juga menurutnya menjadi kunci sukses keberhasilannya menggaet investor kakap masuk ke daerahnya. “Kembali lagi pada trust atau kepercayaan mereka pada kami,” katanya.

Ia mengakui sebelumnya banyak pemberitaan dan selentingan yang mencemooh Makasar, sebagai kota demonstrasi. Namun ia ingin mengubah semua pikiran itu, bahwa aktifitas demonstrasi itu tidak akan mengganggu aktivitas perekonomian. “Makasar itu identik sebagai daerah demo dan tidak aman. Kami terus meyakinkan bahwa di sini aman dan kultur budaya di sini sangat menghormati serta menghargai tamu di sini,” tegas Ilfan. (Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)