Makin Matang, Kapal Api Kuasai Lebih dari 50% Pasar

Kopi Kapal Api muncul dari sebuah Pasar Pabean, Surabaya, pada 1927. Sejalannya waktu dan kesuksesan mempertahankan posisi 'raja', Kapal Api berhasil meraup lebih dari 50% pasar kopi nasional. Bahkan, Kapal Api turut pula melebarkan sayap ke mancanegara. Bagaimana lika-liku bisnis Kapal Api?

Didirikan oleh generasi pertama Go Soe Loet, nama merek Kapal Api mulai disematkan pada tahun 1930. Nama tersebut dipakai kala itu untuk mengenang perjalanan Go Soe Loet yang datang ke Indonesia menggunakan kapal bertenaga batu bara atau bisa dikenal kapal api. Tiadanya kualitas kopi yang cukup baik kala itu menjadi 'pendongkrak' semangat perkembangan bisnis Kapal Api yang mementingkan kualtias.

Di bawah perusahaan holding mereka, PT Kapal Api Global berhasil mengembangkan pangsa pasar kopinya hinga mancanegara. Dengan merek Kopi Kapal Api, negara Malaysia pun jatuh cinta. “Selebihnya adalah negara Asia Tenggara, Timur Tengah, Hongkong, dan Australia. Namun itu menggunakan merek yang berbeda. Disesuaikan dengan segmen pasarnya. Tetapi Malaysia masih memakai Kapal Api karena ada kesamaan taste dengan orang Indonesia,”kata Ihsan Mulia Putri, Chief Executive Officer (CEO) PT Kapal Api Global saat ditemui SWA di kantornya di The Plaza, Jakarta Pusat.

Dikatakan Ihsan, Kapal Api merupakan pioneer kopi bubuk bermerek di Indonesia. Perempuan yang merupakan generasi ketiga dari 'keluarga Kapal Api' ini mengatakan bahwa Kapal Api berusaha selalu mengikuti keinginan konsumen selama 84 tahun. “We are the coffee expert in Indonesia. Kita bukan hanya asal meluncurkan produk tetapi kita mengerti konsumen Indonesia, rasa yang mereka inginkan seperti apa,” kata Ihsan.

Kendati semakin banyaknya pesaing, Kapal Api tetap berkibar sebagai merek nomor satu di segmen kopi. Ihsan mengatakan bahwa selain keunggulannya sebagai pelopor, Kapal Api selalu berusaha fokus untuk deliver value kepada pelanggan. “Kita selalu memberikan nilai tambah ke konsumen lewat produk kita. Karena fokus kita adalah quality, quality, quality and consumer, consumer, consumer. Itu adalah prioritas kita,”kata perempuan yang baru 2 tahun lalu didapuk menjadi CEO.

Kopi sejak dahulu selalu menjadi komoditi tetapi dengan dibalut teknologi canggih dan mengembangkan research and development, produk ini menjadi 'menu utama' bagi Kapal Api untuk bertahan menjadi market leader. Dikatakan Ihsan, dengan memosisikan diri sebagai produk asli Indonesia, secara tidak langsung loyalitas pun terbentuk. “Ini adalah heritage brand dan sudah dipercaya oleh konsumen,” kata perempuan yang sebelumnya menjadi Vice President di JP Morgan, Singapura selama 12 tahun.

Kopi kita terbuat dari biji pilihan. Ini juga masuk ke dalam bagian moto kita yang peduli dengan kualitas. Produk kita mempunyai integritas,” katanya. Ihsan menambahkan bahwa apapun yang terjadi seperti kenaikan bahan baku, Kapal Api tidak pernah compromize akan kualitas. Hal ini dilakukannya karena Kapal Api melihat hubungan jangka panjang dengan konsumen sehingga dibutuhkan kepercayaan dari konsumen untuk menciptakan produk yang sesuai dengan cita rasa masyarakat.

Mempertahankan resrep yang turun temurun memang terus dilakukan hingga sekarang, tetapi juga terus dievolusi sesuai dengan perkembangan taste pelanggan. Ihsan mengatakan bahwa taste orang terus menerus berubah seiring jaman. “Karena itu, kami terus menyesuaikan dengan keinginan konsumen,”katanya.

Ihsan mengatakan guna bersaing dengan kompetitor yang kian banyak berdatangan baik dari dalam negeri atau dari luar negeri, dirinya menjabarkan dua diferensiasi dalam hal benefit. Pertama adalah functional benefit, dengan aroma dan rasa yang khas, dan emotional benefit. “Emotional benefit di sini memiliki arti setelah minum secangkir Kapal Api akan memberikan semangat. Tidak hanya rasa dan aroma tetapi juga semangat,”katanya.

Sejarah membuktikan kita adalah solid and proven market acceptance by consumer segmen,”kata Ihsan. Konsumen memang selalu menjadi prioritas bagi Kapal Api dalam produknya. Tetapi itu saja tidak cukup. Ihsan mengatakan bahwa distribusi adalah hal krusial. Kapal Api diharapkan mampu terus menjangkau konsumen di mana saja dan terjangkau baik dalam hal tempat maupun biaya. (Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)