Mandiri dan IBM Kembangkan Pendidikan TI Perbankan

Selain dari perangkat keras Server AS/400 dan aplikasi simulasi core banking yang akan diberikan Mandiri, perangkat lunak yang juga akan disediakan oleh IBM terdiri atas OS/400 V5R2, aplikasi Websphere Development Studio dan beberapa program lisensi yang dibutuhkan untuk mendukung jalannya aplikasi core banking tersebut.

Diungkap E.C.W. Neloe, Presdir Bank Mandiri, perguruan tinggi yang akan menerima bantuan ini adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Hasanudin (Unhas), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Universitas Sumatera Utara (USU). Melalui kerjasama ini, pihaknya berharap perguruan tinggi dapat menyediakan pendidikan bermutu tinggi guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional di bidang TI perbankan. “Kerjasama ini merupakan program Mandiri Peduli Pendidikan dalam mewujudkan corporate social responsibility,” katanya.

Di samping menyediakan produk perangkat keras dan lunak, Mandiri dan IBM juga akan membantu universitas dalam memberikan pelatihan bagi para dosen, melaksanakan instalasi fasilitas dan mengembangkan materi kuliah bagi para mahasiswa. Di lain pihak, universitas tersebut akan menyediakan tenaga pengajar untuk dilatih dalam upaya menumbuhkembangkan minat mahasiswa mempelajari aplikasi perbankan sebagai salah satu alternatif non kurikuler mereka.

Menurut Neloe, peranan TI di bidang perbankan semakin lama semakin besar dan strategis. Dan, berdasarkan pengalaman, saat ini sulit sekali mendapatkan SDM di bidang tersebut yang siap pakai dari lulusan perguruan tinggi. Karena itulah, pihaknya merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi dalam mengembangkan SDM yang siap pakai. "Untuk mewujudkan hal itu, Bank Mandiri memilih IBM yang sudah sangat piawai dan berpengalaman dibidangnya untuk bersama-sama memberikan bantuan dan perhatian serius di bidang TI perbankan ini," ujarnya.

Sementara itu, Betti Alisjahbana, Presdir IBM Indonesia, mengungkapkan, perbankan adalah sektor industri yang sangat padat kandungan teknologi informasinya. Untuk itu, dibutuhkan tenaga terampil di bidang TI perbankan dalam jumlah yang banyak. "Inisiatif ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara demand dan supply tenaga siap pakai di bidang TI perbankan," kata Betti.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)