MAPNA Group Bidik Pembangkit Listrik di Indonesia

Indonesia membuka peluang kepada MAPNA Group asal Iran untuk ikut mengembangkan proyek pembangkit listrik di Tanah Air. MAPNA Group merupakan konglomerat perusahaan industri yang merupakan gabungan dari MAPNA sebagai induk perusahaan dan anak perusahaan MAPNA yang berkecimpung di bidang kelistrikan, energi, dan transportasi, sebagai kontraktor proyek, pabrikan peralatan (boiler, turbin uap dan gas, generator listrik dan peralatan terkait lainnya), serta investor.

Di sela-sela pertemuan resmi acara bilateral The 11th Joint Economic Cooperation Commission of Iran and Indonesia yang merupakan bagian dari agenda Joint Economic Cooperation Commission, di Teheran, Iran, Menteri ESDM Sudirman Said turut melakukan kunjungan langsung ke kompleks industrial MAPNA Group, sebuah komplek industri yang berlokasi di dekat Ibukota Iran, Teheran.

Sudirman Said mengatakan, dengan target pembangunan pembangkit listrik sebesar 35 gigawatt (GW), kunjungan ini bisa diartikan sebagai implementasi serta turut membuka peluang penjajakan kemungkinan kerj asama ekonomi pascapertemuan antara Presiden Iran dan Presiden Republik Indonesia selama Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang berlangsung bulan lalu. “Saya rasa MAPNA Group telah memberikan persyaratan yang baik sehingga mendapat kesempatan tersebut. Kami mengajak MAPNA tidak hanya untuk menyediakan produk tetapi juga untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memperluas industri,” kata dia dalam rilisnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Sudirman Said lakukan kunjungan langsung ke kompleks industri MAPNA Group sebagai bagian dari agenda The 11th Joint Economic Cooperation Commission of Iran and Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said (dua kanan) mengunjungi kompleks industri MAPNA Group sebagai bagian dari agenda The 11th Joint Economic Cooperation Commission of Iran and Indonesia.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas persoalan energi di Indonesia, lanjut dia, pihaknya perlu untuk mengeksplorasi kemampuan Iran dan juga kesempatan untuk bekerja sama di masa depan. “Saya memahami bahwa perusahaan ini (MAPNA Group) sudah bekerja di Indonesia dan saya pikir kami memiliki kesempatan untuk memperluas kerja sama,” kata dia.

Kunjungan dilakukan pada tiga pabrik di kompleks industri MAPNA Group, yaitu MAPNA Turbine Engineering and Manufacturing Co, MAPNA Turbine Blade Engineering and Manufacturing Co.], dan MAPNA Generator Engineering and Manufacturing Co. MAPNA Turbine Engineering and Manufacturing Co atau sering disebut TUGA adalah salah satu pabrik di komplek tersebut yang merupakan produsen pembangkit listrik utama sekaligus peralatan minyak dan gas. TUGA memproduksi gas dan turbin uap serta gas alam turbo-kompresor yang memanfaatkan proses industri dan mesin-mesin yang rumit.

Perusahaan kedua adalah MAPNA Turbine Blade Engineering and Manufacturing Co atau biasa disebut PARTO. Pabrik tersebut bertugas memproduksi beragam tipe hot section blades dan suku cadang untuk berbagai tipe turbin gas. Yang ketiga dan terakhir dikunjungi adalah pabrik MAPNA Generator Engineering and Manufacturing Co atau biasa disebut PARS. Pabrik tersebut merupakan produsen power-generators untuk pembangkit listrik termal dan hidro. Tak hanya itu, PARS juga yang bertanggung jawab dalam produksi 2,5 Megawatt wind turbine blade, hub dan nacelle.

Menurut Sudirman, pabrik MAPNA sangat mengesankan, sangat bersih, sangat rapi dan terorganisir dengan baik. Dengan kondisi itu, bisa diasumsikan bahwa produksi yang dihasilkan berkualitas sangat tinggi, terutama mengingat sejarah perusahaan yang telah bekerja sama dengan penyedia teknologi kelas dunia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)