Maybank Bukukan Laba Bersih Rp809,7 miliar

Foto: www.maybank.com

PT Bank Maybank Indonesia mengumumkan kenaikan laba bersih sebesar 7.0% atau menjadi Rp809,7 miliar pada semester I. Hasil ini didukung oleh peningkatan fee based income dan pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan. Pendapatan fee based income naik sebesar 1,4% menjadi Rp1,2 triliun.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, mengatakan bahwa terlepas dari kondisi pasar yang kurang kondusif, pihaknya berhasil membukukan hasi positif dalam 6 bulan pertama tahun 2020. “Pencapaian ini mencerminkan kemampuan Bank mengatasi kondisi pasar yang menantang dan mengubahnya menjadi peluang pada layanan perbankan digital serta tetap menjaga pertumbuhan yang baik,” kata dia.

Rasio CASA perusahaan juga naik sebesar 40,0% pada juni 2020, dibandingkan pada Juni tahun lalu yang hanya tumbuh 33,1%. Peningkatan ini diklaim sebagai hasil dari penerapan strategi bank untuk mengurangi pendanaan biaya tinggi melalui penyediaan layanan cash management berbasis perbankan digital. Sementara itu, untuk layanan digital bank, Maybank2u (M2U), transaksi mengalami kenaikan sebesar 136% menjadi 4,5 juta transaksi pada semester I 2020.

Sejalan dengan kondisi pasar yang mengalami perlambatan, total kredit bank turun sebesar 14,6% atau menjadi Rp115,7 triliun. Meskipun kredit Perbankan Global turun 5,4% menjadi Rp35,8 triliun, kredit ini berhasil tumbuh sebesar 1,4% dibandingkan kuartal sebelumnya didukung oleh segmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sementara, Kredit Non-Ritel Community Financial Services (CFS) turun 22,3% menjadi Rp42,4 triliun. Penurunan terjadi akibat penerapan strategi pembatasan risiko bagi perbankan bisnis. Pinjaman Ritel CFS turun 12,9% menjadi Rp37,5 triliun yang disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat.

Tingkat non-performing loan (NPL) Bank sebesar gross 5,0% dan net 2,9% pada Juni 2020. Kondisi ini disebabkan oleh menurunnya saldo kredit pada Juni 2020  dan penerapan standar akuntansi baru PSAK 71 atau IFRS 9 dan dampak dari situasi pandemi yang mempengaruhi nasabah.

“Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 22,1% pada Juni 2020 dengan total modal Rp26,4 triliun,” kata dia menambahkan. Di sisi lain, laba perbankan syariah meningkat sebesar 16,4% menjadi Rp175,2 miliar. Sedangkan total simpanan nasabah tercatat sebesar Rp24,4 triliun. Untuk Aset, bank mencatatkan sebanyak Rp30,2 triliun.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia dan Group President & CEO Maybank, Datuk Abdul Farid Alias, menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap waspada terhadap prospek ekonomi jangka menengah dengan tetap menjaga protofolio dan menjaga kesehatan karyawan. “Pandemi membuat kami mempercepat rencana transformasi digital,” kata dia menutup pembicaraan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)