Menjaring Lebih Banyak Bisnis via Web

Para responden survei diminta untuk memilih tiga alat pemasaran yang mereka anggap penting dalam memutar roda bisnis. Tiga urutan teratas adalah situs-situs Web (69%), kata kunci dalam mesin pelacak online atau search engine (36%), dan jaringan komunitas (35%). Di samping itu, metode-metode pemasaran melalui email (24%) mengalahkan pemakaian jasa pos konvensional (22%) dan Halaman Kuning (12%). Media tradisional lain menempati urutan paling buncit: iklan surat kabar (5%), iklan luar ruang (4%), dan brosur (2%).

"Kami tidak terkejut melihat para pebisnis UKM menganggap vital hampir setiap alat pemasaran online dalam menggerakkan bisnis dibandingkan Halaman Kuning atau media tradisional lainnya." Joel Kocher, CEO dari Interland seperti dikutip Business Week. Ia menambahkan, "Jelas sekali, makin banyak pebisnis UKM yang menerapkan strategi pemasaran online ketimbang memakai cara-cara tradisional."

Responden survei online ini adalah 171 pengguna jasa hosting Interland. Mereka adalah pebisnis UKM dengan penjualan tahunan di bawah US$ 1 juta dan mempekerjakan lima atau kurang pekerja tetap. Sekitar 34% UKM tersebut menjual produk atau layanan secara online murni. Sedangkan 71% menjual baik secara online maupun offline (melalui toko eceran, katalog, atau telemarketing). Uniknya, sebagian besar dari responden (57%) mengatakan bahwa pembelian secara online mendatangkan lebih banyak keuntungan dibanding pembeli offline.

Hasil survei tersebut juga mengungkapkan hasil yang mencengangkan. Sekitar 77% responden mengatakan bahwa penjualan online selama musim liburan di akhir tahun 2003 saat itu memenuhi atau melebihi dugaan mereka.

Para responden juga disurvei mengenai kebiasaan-kebiasaan membaca media sebagai sumber "informasi bisnis dan industri" antara tahun 2002 dan 2003. Hasilnya? Tahun lalu mereka lebih banyak berkelana ke dunia maya ketimbang baca koran atau media cetak lain dibanding 2003. Sebanyak 45% responden menghabiskan lebih banyak waktu di tahun 2003 untuk mencari informasi melalui email dan e-newsletter, dan 36% merujuk pada situs-situs web.

Majalah khusus perdagangan/industri hanya mendapat porsi 8% tahun lalu, tapi hal itu masih lebih baik dari sumber-sumber media lainnya. Sementara koran-koran lokal dan majalah-majalah mengalami penurunan terbesar: keduanya merosot sampai 18% sepanjang 2002-2003. Harian nasional tampaknya tidak terlalu menarik bagi para responden tersebut sebagai sumber berita industrial dan bisnis, bahkan 40% mengatakan mereka tidak menggunakannya. Radio dan televisi sedikit lebih bagus angkanya, dengan pemakai masing-masing 39% dan 38%.

Hasil survei menarik lainnya menunjukkan bahwa 88% dari pebisnis UKM mencantumkan alamat Web mereka pada material bisnis (kartu nama dan kop surat), 70% memasukkannya pada kolateral bisnis seperti brosur, 54% mencantumkan alamat URL mereka pada tanda terima atau invoice, dan 53% menyertakannya dalam iklan offline.

Dari hasil survei di atas, tidak mengejutkan jika email menjadi sarana mutlak mereka untuk berbisnis. Sebanyak 85% mengatakan memakai email untuk berkomunikasi dengan pelanggan, 80% untuk berhubungan dengan mitra kerja dan partner bisnis, dan 67% mengirim email kepada pembeli potensial.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)