Meski Bermitra, Pebisnis Jangan Hilang 'Jati Diri'

Seiring dengan pertumbuhan industri maka persaingan antarbisnis pun turut berkembang. Biasanya, strategi perusahaan adalah menaikkan pangsa pasar (ekspansi) atau mengembangkan bisnis baru (diversifikasi). Salah satu cara yang bisa diambil adalah melakukan kemitraan. Seperti apa?

 

Bertumbuh sendiri ataupun melakukan kemitraan bisnis bergantung pada strategi yang dianut dan kompetisi yang dihadapi. Misalnya, kerja sama Buavita dan Walls dalam membuat produk baru untuk memasuki segmen baru bagi keduanya. Di sisi lain, masing-masing perusahaan tetap berkonsentrasi di core bisnis mereka,” kata Presiden Direktur The Jakarta Consulting Group, Patricia Susanto. Kemitraan yang paling populer adalah kemitraan dalam pengembangan pasar melalui kerja sama produk. Meskipun kemitraan dalam bentuk merjertetap banyak diincar. Syaratnya? Kedua perusahaan memiliki sumber daya yang saling melengkapi dan memang 'tidak punya pilihan terbaik' selain merjer untuk menjawab kebutuhan pasar.

 

Selain itu, menurut Patricia, untuk mengimbangi pertumbuhan, pebisnis harus menyiapkan Sumber Daya Manusia yang handal serta infrastruktur, dalam bentuk sistem ataupun fasilitas, yang mumpuni. “Penciptaan strategi yang benar seharusnya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Tidak semuanya harus dipersiapkan sebelum dimulai. Investasi tersebut dapat dilakukan secara bertahap.” Dalam bermitra pun, Patricia menekankan bahwa pebisnis harus memiliki visi yang jelas agar tidak terbawa arus.

Patricia juga menegaskan bahwa faktor kepemimpinan (leadership) dalam memahami strategi dan situasi yang terjadi di perusahaan tak bisa dikesampingkan. Sang pemimpin harus realistis dan mau turun ke lapangan untuk mengetahui kinerja organisasi yang ia pimpin. “Pertumbuhan pun harus berkesinambungan. Ini memerlukan komitmen yang utuh dari pihak manajemen. Selain itu, perusahaan tetap harus menjunjung inovasi,” tegas Patricia.

 

Menurutnya, ada beberapa do and don't dalam berbisnis. Secara garis besar, yang harus dipegang teguh adalah pencarian inovasi baru, menciptakan budaya bersaing, mencari pangsa pasar, memanfaatkan sumber daya secara maksimal dan menciptakan strategi quick win.  Yang dilarang bagi pebisnis adalah sikap menunggu sampai semua infrastruktur dan SDM siap untuk mengembangkan diri, hanya melakukan inovasi berdasarkan riset serta tidak membuat target yang realistis,” kata Patricia lagi.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)