Mochtar Riady Masuk Suara Pembaruan?

Benarkah? Sasongko Soedarjo, Pemimpin Umum dan Pemimpin Perusahaan sekaligus Presiden Direktur PT Media Interaksi Utama yang memayungi SP, mengaku pihaknya tetap tercatat sebagai pemilik saham mayoritas SP. “Kami masih menjadi pemegang saham mayoritas di Suara Pembaruan,” ungkap Sasongko yang ditemui SWA usai pemakaman sang ayah, Soedarjo, di pemakaman umum Petamburan. Meski wajahnya masih diselimuti kesedihan mendalam karena kepergian ayahanda tercinta, Sasongko tetap ramah meladeni pertanyaan SWA seputar masuknya Mochtar.

Diakui Koko -- begitu sapaan akbrabnya -- sejak empat bulan lalu, beberapa orang yang berada di jajaran direksi Lippo memang telah membeli sebagian saham SP. “Mereka masuknya secara individual, bukan kelembagaan Lippo,” ungkapnya. Jadi, tambahnya, masuknya Mochtar atau anak-anaknya ke SP tidak benar. Koko menjelaskan, porsi saham yang dibeli beberapa direksi Lippo itu -- ia enggan menyebutkan nama-namanya -- sangatlah kecil. “Tidak signifikan. Mereka pun membelinya atas undangan pihak manajemen Suara Pembaruan karena membutuhkan suntikan modal untuk mendukung program-program ekspansi Suara Pembaruan,” paparnya sembari mengusap keringat di keningnya dengan sapu tangan putih bergaris tipis.

Ia menegaskan, program ekspansi tersebut terkait dengan keinginan SP untuk makin mengukuhkan positioning-nya di kancah bisnis media yang makin ketat. “Jadi, jangan diartikan sebagai pelebaran bisnis SP di bidang lain,” katanya. Diakui Koko, selama beberapa tahun ini bisnis SP memang agak tersendat. “Kami perlu mengundang investor baru,” ungkapnya. Rencananya, dana yang diperoleh dari investor individual ini akan digunakan untuk membeli peralatan pendukung terkini. “Misalnya perangkat komputer yang harus di-update,” ujarnya seraya menyebutkan bahwa jumlah modal yang disetorkan oleh para investor baru ini tidak mencapai ratusan miliar. Selain itu Koko berencana melakukan perbaikan pada sisi konten SP. “Kami ingin membuat berita yang lebih baik yang mampu bersaing dengan koran pagi dan stasiun televisi,” imbuhnya.

Di samping itu, Koko juga memasang target untuk meningkatkan leadership SP. Untuk itulah, ia menjelaskan, para petinggi Lippo secara individual diharapkan ikut berperan membagi pengalaman manajemennya guna memperbaiki manajemen SP, selain suntikan modal tentunya. “Mengapa direksi Lippo yang diundang karena mereka memiliki keunggulan dan pengalaman bisnis yang cukup lama, serta mempunyai jalur bisnis tersendiri yang mungkin bermanfaat bagi SP. Ya, bisa terjadi sinergi bisnislah,” ungkap sulung dari 7 bersaudara itu. Menurutnya, saat ini dari berbagai program yang direncanakan, baru perubahan wajah saja yang sudah terealisasi. Aspek lain seperti perubahan konten dan perbaikan manajemen tengah dalam tahap penggodokan. “Kami masih dalam tahap persiapan,” sambungnya.

Sampai tulisan ini diturunkan, SWA belum berhasil menemui Mochtar. Pihak Lippo sendiri memilih tidak berkomentar. Namun, di boks mashead Harian Suara Pembaruan tertera nama Wim Tangkilisan sebagai CEO. Padahal di Majalah Investor, Wim juga tertera sebagai CEO. Wim mengakui, masuknya Investor ke SP langsung dipimpin oleh dirinya. Akan tetapi, “Yang masuk ke SP adalah Majalah Investor, tak ada hubungannya dengan Lippo,” ia menegaskan. Dijelaskan Wim pula, jumlah saham SP yang dibeli oleh Investor masih minoritas. “Nggak mungkinlah kami jadi mayoritas di sana,” ujarnya.

Willy Hanggoman, Wakil Pemimpin Redaksi SP, juga mengatakan tidak ada peralihan saham di SP. “Tidak benar Mochtar telah membeli sebagian saham koperasi karyawan SP. Saham SP masih dipegang oleh keluarga Soedarjo, koperasi karyawan dan beberapa pemegang lainnya yang sama sekali tak ada kaitannya dengan Grup Lippo,” ia menandaskan. Willy mengaku memang ada perubahan di SP. “Perwajahan koran saja,” katanya.

Mantan Pemred SP, Bondan Winarno, menolak mengomentari ihwal masuknya Mochtar ke SP. “Aduh, soal itu jangan tanya saya deh, saya kan sudah tidak di SP lagi,” katanya seraya menambahkan ia sedang berada di rumah temannya dan handphone-nya low baterai. Bondan mengaku kemundurannnya dari SP bukan karena masuknya Lippo tapi memang kontraknya selesai. “Saya hanya dikontrak tiga tahun,” ujarnya.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)