NCC Gencar Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

Berdiri pada 2005, komunitas dunia kuliner Natural Cooking Club (NCC) berhasil menarik perhatian masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Tak sekadar saling 'icip-icip' makanan yang dibuat masing-masing anggota, komunitas ini pun diharapkan dapat memunculkan ide bisnis. Tak heran, komunitas ini pun mulai melirik pihak ketiga.

Bisnis kuliner memang tak ada matinya. Bahkan saat krisis 2008, ujar salah satu pendiri NCC, Fatmah Bahalwan, para anggota NCC 'kebanjiran' order makanan hingga jutaan rupiah. Tak heran, banyak angota yang beromset puluhan juta dalam sebulan hanya dari menjual kue kering ataupun cake.

Kini NCC semakin gencar bekerjasama dengan pihak ketiga. Beberapa pihak diantaranya Toko Buku Gramedia dan produsen bahan kue. "Kerjasama seperti dengan bahan kue itu menunjukkan bahwa anggota tidak hanya bisa mendapatkan tepung atau bahan baku lainnya dari supermarket, tapi mereka bisa langsung dari supplier," ucapnya tandas.

Sudah ada enam buku NCC yang diterbitkan. Beberapa judul diantaranya Direktori Buku Kuliner, Resep Cake & Cookies Anti Gagal, dan buku Cake Decorating. Masing-masing dalam hitungan bulan sudah cetak ulang. "Bisnis buku terus berputar karena buku diterbitkan dari NCC untuk para member-nya," ujar  Fatmah yang menjadi pengajar kursus kue dan masakan NCC itu.

NCC menjadi target empuk para perusahaan untuk bermitra. Massa yang besar memungkinkan pemasaran lebih efektif. Jumlah anggotanya yang mencapai 12 ribu itu terutama sangat diminati oleh produsen bahan baku makanan. Targetnya sebetulnya mendekati pengusaha rumahan. "Mereka menyadari komunitas ini banyak juga yang menggunakan produknya,"ulas Fatmah Bahalwan yang juga moderator NCC. Keuntungan bagi perusahaan, lebih banyak masyarakat yang mengetahui produknya. Sedangkan keuntungan bagi komunitas adalah mengetahui secara langsung produk dari pemasok barang dengan harga lebih murah, kata Fatmah lagi.

Misalnya, kerja sama dengan Bank Indonesia untuk melatih Ibu di Desa Mekar Jaya, Kuningan, Jawa Barat dalam program peningkatan ekonomi pedesaan. "Dengan BI saya tidak mungkin bekerja sendiri. Saya bersama moderator lainnya datang,"ulasnya. Minat perusahaan bahan baku terhadap NCC juga tinggi. Sudah sejak awal tahun ini PT. Lumbung Nasional Flour Mill mendekati Fatmah untuk menyediakan tepung untuk sponsorship selama satu tahun.

 

Toko Bahan Kue (TBK) juga menjadi pendukung bagi perbesaran NCC secara tidak langsung. “TBK adalah mitra kami. Para anggota kami kenalkan ke beberapa TBK di Jakarta dan Surabaya,”ulasnya. Salah satu kegiatan untuk mengenalkan TBK adalah melalui kegiatan Tour de Toko (TdT). Pengetahuan TBK ini penting untuk memudahkan pasokan bahan baku. Fatmah berperinsip, setiap NCC bermitra, harus ada keuntungan yang diperoleh. "Keuntungan inilah yang bisa diambil oleh para anggota,"ulasnya. Tidak hanya NCC saja yang diuntungkan, tapi juga pihak ketiga juga mendapatkan keuntungan.(Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)