Nielsen: 64% Penduduk Global Ogah Belanja

Sekitar 64% penduduk global mengklaim bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menghabiskan uang, berdasarkan data di kuartal ketiga. Bahkan, sepertiga warga Amerika Utara mengaku tidak punya uang lebih untuk dibelanjakan. Prospek ekonomi yang dianggap suram dan takut kehilangan pekerjaan membuat masyarakat hati-hati membelanjakan uang.

 

Berdasarkan data perusahaan analisis global, Nielsen, dua alasan tersebut menjadi ketakutan utama masyarakat, mengalahkan ancaman peningkatan inflasi. Nielsen Global Consumer Confidence Index, meskipun begitu, menyebutkan bahwa Brazil dan Arab Saudi masih optimis dengan perekonomian negara mereka. Kepercayaan diri paling tinggi berada di India, meskipun turun lima poin dibandingkan kuartal kedua.

 

Kepercayaan diri konsumen untuk berbelanja di zona euro masih sangat lemah, khususnya di Prancis, setelah krisis utang tersebut semakin parah di musim panas. Tolak ukur yang sama malah meningkat di Yunani, pusat krisis di Uni Eropa, meskipun masih menjadi bagian dari empat pasar 'terlemah' berdasarkan survei. Kepercayaan diri konsumen paling buruk terjadi di Hungaria. Satu dari lima warga Eropa mengatakan bahwa mereka tidak punya uang tambahan untuk dibelanjakan. Yang lebih buruk, satu dari tiga orang di Amerika Utara mengatakan yang sama.

 

Kepercayaan diri konsumen Jerman masih lebih baik daripada sebagian besar negara Eropa dan Amerika Serikat, meskipun rasio Amerika Serikat hanya jatuh satu poin dibandingkan kuartal kedua. “Perekonomian di kuartal ketiga sangat terganggu dan menjadi tantangan bagi ekonomi global serta pasar keuangan di tengah angka pengangguran AS yang stagnan serta krisis utang di zona euro yang makin memburuk,” ujar Venkatesh Bala, Chef Economist di The Cambridge Group.

 

Pola pikir resesi telah tumbuh di kalangan konsumen karena sebagian dari mereka mengaku alami resesi, naik 4 poin dari kuartal sebelumnya dan 7 poin dibandingkan awal tahun ini. Hasil yang menunjukkan pengetatan belanja di kalangan konsumen global ini terus berlanjut hingga tahun depan,” kata Bala lagi.

 

Survei yang diambil pada 30 Agustus hingga 16 September itu mencakup 28 ribu orang di 56 negara. Survei tersebut berbasis pada kepercayaan diri konsumen atas pekerjaan, kondisi keuangan prbadi dan kesiapan mereka untuk belanja. Kesimpulan dari survei itu adalah 64% konsumen global mengaku tidak percaya diri untuk menggelontorkan uang.

 

Pasar keuangan minggu lalu menyebutkan kesepakatan di zona euro untuk mengatasi krisis utang dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga. Namun, belum ada dampak jelas atas kebijakan tersebut kepada konsumen. Hasil survei juga menunjukkan bahwa konsumen global akan mengetatkan anggaran yang berhubungan dengan belanja pakaian, makanan, pembelian produk elektronik dan produk-produk lain. “Jika iklim ekonomi terus memburuk, ada tiga sektor yang sangat rentan,” tegas Bala.



--

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)