Panasonic Gelontorkan Dana Iklan Rp 42 Miliar untuk Produk Eco Ideas

PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) mengaku merasa kesulitan untuk mengedukasi pasar Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan produk yang berkonsep ramah lingkungan atau eco-friendly. Untuk itu, Panasonic fokus memberikan edukasi tentang pentingnya produk yang hemat listrik dan hemat air.

Iwan Saktiawan, Manajer Pemasaran Mesin Cuci Panasonic, mengatakan masyarakat Indonesia belum sepenuhnya mengaplikasikan produk yang ramah lingkungan seperti hemat energi ataupun hemat air. “Kita (masyarakat Indonesia) sudah mengerti konsep itu, tapi belum mengaplikasikan secara nyata. Padahal produk-produk eco-friendly memiliki manfaat yang cukup banyak,” cetusnya..

Sejak diluncurkan Juni lalu, mesin cuci Panasonic bermerek aLowa+ menjadi buah bibir di kalangan ibu-ibu. Kenapa?. Ini karena strategi pemasaran Panasonic yang mengarah kepada sisi edukasi ketimbang 'jualan' semata.

Menurut Iwan, produk yang berkonsep eco-friendly memang sedikit relatif lebih mahal. Tetapi akan memberikan manfaat besar untuk jangka panjang. Misalnya, mesin cuci aLowa+ yang menyedot daya listrik rendah dan tidak membutuhkan banyak air saat menyuci. Keuntungannya, tagihan listrik dan air jauh lebih murah ketimbang orang yang menggunakan mesin cuci biasa. “Hal itulah yang tidak dipikirkan oleh kebanyakan orang Indonesia. Mereka masih mencari produk yang lebih murah, padahal kualitasnya masih dipertanyakan,” katanya.

Mesin cuci aLowa+ membidik kalangan kelas menengah. Umumnya yang membeli aLowa+ adalah mereka yang memiliki pendapatan sekitar Rp 3 jutaan perbulan. Mesin cuci yang dijual dengan kisaran Rp 1,5 juta per unit ini memiliki fitur teknologi terkini. Misalnya, superbig spinner yang memiliki kapasitas tabung pengering paling besar dikelasnya. Dapat memuat 2 kg lebih banyak sehingga mempercepat dan mempermudah proses mencuci, membilas dan mengeringkan. Kedua, Low watt gear drive. Gear case system dapat menyesuaikan kecepaatan putaran mesin cuci dengan kapasitas pakaian yang dicuci, kinerja mesin menjadi lebih efektif, sehingga membuatnya hemat listrik (210 watt) dengan menggunakan gear system technology. Ketiga, Ag Clean dimana aLowa+ memiliki Pulsator yang menggunakan material anti bakteria ion Ag+ yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri sehingga dapat mencegah bau apek, infeksi dan gatal-gatal.

Untuk mengedukasi pasar, Panasonic menempuh berbagai cara. Salah satunya dengan konsep iklan yang mengutamakan produk eco ideas. Dalam pesan iklannya, Panasonic ingin masyarakat lebih cerdas saat memilih sebuah mesin cuci. Ini tercermin dalam tagline-nya “Low What Gitu Loh”. Untuk mengedukasi pasar melalui iklan tersebut, Panasonic membelanjakan dana beriklan sebesar Rp 42 miliar. Tahun 2009-2010, belanja iklan Panasonic sebesar Rp 8 miliar.

Selain beriklan, Panasonic memberikan edukasi melalui jejaring sosial Facebook. Dalam jejaring tersebut, tim Panasonic memberikan informasi seputar keunggulan produk-produk yang berkonsep hemat energi dan hemat air.

Sebagai informasi saja, tahun 2010 penjualan mesin cuci Panasonic sebanyak 180 unit atau setara dengan 15 unit per bulan. Tahun ini diperkirakan 20 unit per bulan atau mencapai 240 unit. Pulau Jawa masih menyumbang 60% kontribusi penjualan, Sumatra 30%, dan sisanya pulau lain. “Tahun ini kami top three, padahal tahun lalu hanya masuk empat besar,” ungkap Iwan. (EVA)

Leave a Reply

1 thought on “Panasonic Gelontorkan Dana Iklan Rp 42 Miliar untuk Produk Eco Ideas”

peminat mesin cuci semakin banyak dan dari kelas ekonomi bawah dan ekonomi menenggah dan tidak di pungkiri banyak konsumen membutuhkan info yang lebih banyak dan dimana juga tentang service mesin cuci surabaya dan tidak perlu binggung tentang kendala dengan service mesin cuci surabaya
by mesincucisurabaya.com, 14 Nov 2013, 08:45

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)