Patungan Berbagi Buka Donasi untuk 100.000 Pekerja Informal

Konferensi pers daring Patungan untuk Berbagi THR.

Tokopedia, Ovo, dan Grab kembali menghadirkan kampanye "Patungan Untuk Berbagi THR". Berbeda dengan tahun lalu yang bertujuan memastikan pendidikan yang berkelanjutan bagi anak yatim di Indonesia, kali ini donasi dilakukan untuk memperkuat program jaring pengaman sosial pemerintah, khususnya menjelang Ramadhan di tengah situasi pandemi saat ini.

Pengguna ketiga platform tersebut dapat berdonasi secara digital dari ponsel pintar masing-masing. Donasi yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk paket sembako oleh BenihBaik bersama komunitas sosial rekanan seperti Jaringan Gusdurian dan PP Pemuda
Muhammadiyah, dan didistribusikan kepada puluhan ribu pekerja informal yang berada di Jabodetabek.

Dengan adanya pemberlakuan physical distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penyaluran donasi dipastikan akan minim kontak. Mulai dari pengumpulan dana,pemesanan barang, hingga pengiriman.

Adapun paket sembako yang akan dibagikan kepada para pekerja informal mencakup beras, gula, minyak goreng, dan biskuit. Untuk memastikan kontak dan keterlibatan uang tunai secara minimum, BenihBaik akan melakukan pembayaran menggunakan Ovo dan
paket sembako akan dikirimkan oleh layanan kurir instan GrabExpress, langsung ke penerima manfaat.

"Dengan menggunakan platform digital, implementasi kampanye ini diharapkan memungkinkan dan memfasilitasi masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi, berkontribusi dan berbagi kebaikan di bulan suci Ramadan," ujar Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur Ovo saat konferensi pers daring, Jumat (17/04).

Selain menghimpun dana donasi masyarakat, Ovo, Tokopedia, dan Grab akan melipatgandakan setiap donasi yang terkumpul sampai dengan Rp 1,5 miliar. Program ini menargetkan donasi dapat tersalurkan kepada 100 ribu penerima, di mana tahap pertama ditargetkan penerima manfaat bisa mencapai 15 ribu.

Dalam kesempatan yang sama, Melissa Siska Juminto, COO Tokopedia mengungkapkan, “Tokopedia percaya bahwa penggunaan teknologi dapat mendorong lebih banyak orang Indonesia untuk berpartisipasi dalam membantu orang lain, terutama mereka yang bekerja di sektor informal dan kehilangan pendapatan mereka karena pandemi Covid-19," katanya.

Sementara itu, Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, mengatakan, “Sejalan dengan misi GrabForGood, kami berupaya untuk membawa dampak positif dari teknologi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Terlepas dari situasi Covif-19 yang membatasi aktivitas publik, Grab Indonesia tetap beroperasi dan siap membantu masyarakat untuk berbagi kebaikan dengan mengantarkan bantuan bagi pekerja sektor informal yang membutuhkan.”

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)