Pemred Detik.com Siap Dilengserkan 'Darah Muda'

Sebagai salah satu pihak yang berperan besar dalam menyukseskan portal berita Detik.com, Budiono Darsono selaku pemimpin redaksi (pemred), tidaklah besar kepala. Demi menjaga kualitas dan efektivitas perusahaan, Budiono bahkan siap 'mundur' dari posisi atas dan digantikan dengan profesional lain yang berusia muda.

Saya, kapan pun disuruh untuk berhenti, ya harus siap. Memang saat ini era anak muda. Bagaimanapun, pemimpin lama seperti saya mungkin saja akan membuat sebuah perusahaan menjadi tidak mudah berkembang,” ujar Budiono santai. Sebagai contoh. Budiono enggan mengganti warna Detik.com yang hanya merah, biru dan kuning itu. Pasalnya, ia merasa sentimentil dengan hasil karyanya di masa awal perkembangan perusahaan. “Padahal, kita harus menyesuaikan diri dengan generasi-generasi yang baru,” kata Budiono.

Diakuinya saat Detik.com diambil alih oleh Para Group, memang ada beberapa karyawan termasuk dirinya dan Abdul Rahman yang memiliki hak ESOP dan sahamnya diambil alih oleh Detik.com. Mereka adalah para karyawan yang telah bekerja di Detik.com sebelum tahun 2000 atau dapat dikatakan memulai Detik.com. Menurut Budiono, jumlahnya sekitar 25 orang termasuk OB (Office Boy) dan supir.

Angka tiap orang beda-beda. Tapi sebelumnya, saham Detik.com sudah pernah dipegang oleh beberapa pemegang saham lain dan saham kami jadi terdilusi dan jadi kecil sekali. Makanya, kalau ada yang bilang saya ini jadi miliarder, saya sebenarnya tidak seperti yang dibayangkan orang-orang lah,” ujarnya sambil tertawa. Budiono juga tidak bersedia menyebutkan berapa angka yang digelontorkan Para Group untuk mengambil alih Detik.com. Namun sebelumnya angka tersebut sempat disebut dalam sebuah pemberitaan di Tempo bahwa jumlahnya berkisar USD 70 juta.

Selain soal harga yang cocok, pertimbangan lain Detik.com 'diserahkan' ke Para Group adalahteori Law of Diminishing Return, kemungkinan bisnis yang sebelumnya kecil akan mencapai puncak dan kemudian mengalami masa sunset atau penurunan. “Kami menilai, teori itu bisa jadi benar. Saat ini, Detik.com dalam posisi puncak dengan target revenue 2011 mencapai Rp 160 miliar dan target keuntungan Rp 40 miliar. Kami merasa perlu pihak lain yang dapat membawa Detik.com menjadi lebih tinggi lagi, dan pilihan kami pun jatuh pada Para Group,. Kini, 100% saham Detik.com adalah milik mereka,” kata Budiono lagi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)