Pendapatan Kuartal 3 IBM Terpuruk

International Business Machines Corp (IBM, perusahaan layanan komputer terbesar di dunia, melaporkan penjualan kuartal ketiga yang jauh di bawah perkiraan para analis. Ini menunjukkan betapa lambatnya pertumbuhan pendapatan di divisi software, hardware dan layanan pebisnis.

 

Penjualan hanya naik 7,8% menjadi US$ 26,2 miliar, ungkap perusahaan yang berbasis di Armonk, New York. Analis sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg, memperkirakan penjualan setidaknya US$ 26,3 miliar. CEO IBM, Sam Palmisano berambisi untuk fokus pada beberapa area seperti analisis bisnis, pasar di negara berkembang dan komputasi awan untuk meningkatkan penjualan di tengah iklim perekonomian yang melambat. Apalagi, pertumbuhan ekonomi AS hanya naik 1,3% di kuartal kedua, bahkan hanya naik 0,4% di tiga bulan sebelumnya. Inilah kinerja terburuk dalam kurun dua tahun.

 

Karena mereka (IBM) tidak membuat gebrakan, saham terus turun. Padahal, harapan terhadap perusahaan sangatlah tinggi saat ini,” ujar Josh Olson, analis di Edward Jones & Co. Ini adalah kedua kalinya dalam sembilan kuartal, IBM gagal melampaui perkiraan analis. Pertumbuhan hardware turun 4% dari 17% di kuartal kedua. Pertumbuhan penjualan dari bisnis layanan IBM pun jatuh menjadi 8% dari 10%. Selain itu, ekspansi pendapatan di unit piranti lunak turun dari 17% menjadi 13%.

 

Saham IBM turun 4,1% menjadi US$ 179,02 di bursa perdagangan yang diperpanjang setelah ditutup di angka US$ 186,59 di New York. Saham sempat mencapai rekor yaitu US$ 190,53 pada 14 Oktober. Bahkan pada September lalu, IBM melampaui Microsoft dalam lingkup nilai pasar berdasarkan harga penutupan, untuk pertama kali sejak 1996. “Ini adalah nama yang Anda harapkan di sebuah lingkungan untuk memiliki kinerja yang sangat kuat,” kata Brad Zeinick, analis di Macquarie Capital USA. “Karena itu, setiap bentuk perlambatan atau indikasi penurunan dapat mempengaruhi kejatuhan saham.”

 

IBM memproyeksikan divisi software akan berkontribusi setengah dari jumlah profit di 2015. Perangkat lunak yang dimanfaatkan untuk sistem analis diperkirakan meraup untung US$ 16 miliar di 2015 dan komputasi awan berkontribusi setidaknya US$ 7 miliar. Pendapatan IBM dari negara berkembang seperti Brazil, India dan Cina anik 19% di kuartal lalu. Penjualan di kawasan tersebut diprediksi menyumbang 30% total pendapatan di 2015, naik dari 21% di 2010.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)