Pendiri PayPal Berambisi Ciptakan 'Koloni Laut' | SWA.co.id

Pendiri PayPal Berambisi Ciptakan 'Koloni Laut'

Pendiri PayPal, Peter Thiel menggelontorkan dana US$ 1,25 juta untuk proyek super ambisius yaitu koloni otonom yang mengambang di atas laut. Proyek bernama Seasteading itu diharapkan dapat menyelamatkan manusia dari bencana yang menghanguskan daratan.

Pengusaha nyeleneh yang rela membayar setiap anak muda cemerlang dengan uang US$ 100 ribu untuk mengundurkan diri dari bangku sekolah dan memulai ide bisnis mereka itu merupakan salah satu investor ternama di Silicon Valley. Setelah menjual startup PayPal di 2002 dengan nilai US$ 1,5 miliar, Thiel ikut menjadi penggalang dana bagi Facebook di awal mula keberadaan jejaring sosial tersebut.

Sejarah kesuksesan investasi Thiel menempatkan dirinya menjadi salah satu miliuner kenamaan versi majalah Forbes. Terinspirasi novel Atlas Shrugged karangan Ayn Rands pada 1957, Thiel berambisi untuk menciptakan kolonisasi laut yang dianggap langkah penting dalam menyelamatkan masa depan umat manusia di bumi. “Puluhan tahun dari sekarang, jika kita kita melihat awal mula terjadinya bumi maka kita akan memahami bahwa Seasteading merupakan langkah nyata untuk mendorong pengembangan sektor publik yang praktis dan efisien di seluruh dunia.”

Investasi pertama Thiel digelontorkan pada 2008 dengan nilai US$ 500 juta. Yang terbaru, dana sebesar US$ 1,25 juta untuk Seasteading Institute itu diharapkan dapat membantu pengembangan pulau koloni independen di lepas pantai San Francisco. Patri Friedman, mantan pekerja Google sekaligus cucu dari pemenang hadiah Nobel, Milton Fredman, ikut andil dalam proyek Seasteading ini.

Ide besar bermula dari ide yang aneh,” ujar Friedman kepada majalah Detroit saat rencana mereka menimbulkan pro dan kontra. “Tujuan utama kami adalah memecah batasan dengan uji coba ide baru bagi pemerintah.” Thiel dan Friedman menegaskan koloni itu harus bersedia 'menetap secara penuh' dalam kurun tujuh tahun.

Sayangnya, keputusan Thiel dan Friedman menimbulkan kecaman dari para ahli. Margaret Crawford, profesor arsitektur di UC Berkeley sekaligus ahli di bidang tata kota, mengaku tidak yakin dengan rencana tersebut. “Ini adalah ide yang konyol karena tidak ada implikasi urban-planning.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)