Permata Terbitkan Obligasi Subordinasi Rp 1 Triliun

Sebagai cara mengembangkan diri di ranah perbankan dan merangkul banyak investor, PT Bank Permata Tbk akan menerbitkan Obligasi Subordinasi II tahun 2011 yang ditawarkan kepada masyarakat dengan penawaran awal sebesar Rp 1 triliun. Yang menarik, indikasi kupon yang ditawarkan sebesar 10,25% sampai 11,25%.


Obligasi yang memiliki tingkat bunga tetap hingga saat jatuh temponya ini diharapkan dapat memberikan peluang investasi yang menguntungkan bagi para investor. Obligasi suboordinasi ini berjangka waktu 7 tahun dengan jumlah awal sebesar 1 triliun. Meskipun begitu pihak Permata Bank tidak menutup kemungkinan meningkatkan jumlah tersebut jika permintaan investor bertambah.

Proses pembentukan harga (book building) Obligasi Subordinasi tersebut direncanakan dimulai pada 24 Mei-6 Juni 2011 diikuti dengan masa penawaran umum pada 16-22 Juni 2011 lalau periode penjatahan pada 24 Juni 2011 dan pembayaran dari investor kepada penjamin emisi pada 27 Juni 2011. Terakhir, obligasi tersebut akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada 30 Juni 2011.

Dengan harga sebesar 100% dari jumlah pokok, obligasi tersebut menawarkan indikasi kupon antara 10,25%-1,25% dengan pembayaran kupon dilakukan setiap tiga bulan. Penetapan final besaran kupon tersebut ditentukan setelah proses pembentukan harga.


Saat ini, Permata Bank mendapat peringkat yang cukup baik dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), terlihat dari peningkatan rating bank sebanyak dua tingkat dari pemeringkatan sebelumnya. Ini terkait sinergi bank yang kuat dan dukungan para pemegang saham yang kuat,” ujar Wakil Direktur Utama Permata Bank, Herwidayatmo saat ditemui di Mandarin Oriental Hotel pada Selasa (24/5).

Permata Bank bekerja sama dengan PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT NISP Sekuritas sebagai penjamin emisi bersama bagi penawaran obligasi serta PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai wali amanat. Dana dari hasil penawaran obligasi subordinasi ini, setelah dikurangi dengan biaya emisi, akan diperlakukan sebagai modal pelengkap level bawah (lower tier II capital) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Selanjutnya, dana tersebut digunakan sepenuhnya bagi ekspansi layanan kredit bagi nasabah.

Kami selalu terbuka dengan opsi perkembangan perusahaan, salah satunya di ranah layanan kredit. Meskipun begitu, sebagai perusahaan publik, kami harus mendapatkan izin dan batasan yang jelas dari pihak regulator yaitu Bank Indonesia,” kata Herwidayatmo lagi.

Hingga saat ini, pengguna kartu kredit Permata Bank setidaknya 250 ribu, diharapkan setelah mengakuisisi GE Finance beberapa waktu lalu, pengguna meningkat menjadi lebih dari 500 ribu. Tahun lalu, layanan kredit mencakup 26% dari total pendapatan Permata Bank. Pada 2011, mereka menargetkan kenaikan 5% sampai 8% dari total revenue. Pinjaman keseluruhan (total loan) Permata Bank hingga 30 Maret 2011 mencapai Rp 54 triliun dengan pertumbuhan 33%. Untuk total aset sendiri, Permata Bank memiliki Rp 73 triliun.


Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)