Pertama Kali, Mitsubishi Diserang Penjahat 'Cyber'

Kontraktor produk pertahanan terbesar di Jepang, Mitsubishi Heavy Industries Ltd diserang hacker yang mengakses komputer perusahaan. Beberapa sistem informasi bocor meskipun data penting seperti produk dan teknologi perusahaan dapat diselamatkan.

Inilah serangan cyber pertama ke industri pertahanan Jepang. “Kami menemukan beberapa sistem informasi seperti alamat IP telah bocor. Ini cukup menyeramkan,” ujar juru bicara Mitsubishi Heavy. “Kami memang tidak bisa mengesampingkan kemungkinan kecil kebocoran informasi lebih lanjut. Namun, sejauh ini, data penting mengenai produk dan teknologi kami tetap aman.”

Data pemerintah menyangkut sistem pertahanan Jepang sempat menyebutkan kemungkinan serangan cyber ke industri ini mengingat sebelumnya, beberapa perusahaan terkait industri pertahanan telah 'kebobolan', Lockheed Martin misalnya. Bahkan, beberapa pihak menyebutkan serangan itu berasal dari Cina. Surat kabar Yomiuri menyebutkan 80 virus menyerang beberapa komputer utama Mitsubishi yang berbasis di Tokyo. Virus itu muncul pula di beberapa situs seperti Kobe Shipyard & Machinery Works, Nagasaki Shipyard & Machinery Works dan Nagoya Guidance & Propulsion System Works

Kone Shipyard saat ini membangun kapal selam dan komponen-komponen yang diperlukan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Di sisi lain, Nagasaki Shipyard memproduksi kapal sedangkan pabrik Nagoya memproduksi rudal dan mesin roket. Setidaknya, delapan virus komputer (termasuk Trojan) mencuri informasi penting dari hardware komputer yang terinfeksi. Menurut Yomiuri, kantor utama dan situs produksi Mitsubishi Heavy telah kebobolan.

Mitsubishi merupakan kontraktor produk pertahanan terbesar di Jepang dengan 215 kesepakatan bersama Kementerian Pertahanan Jepang yang bernilai 260 miliar yen pada tahun yang berakhir pada Maret 2011 lalu. Senjata termasuk misil Patriot dan misil AIM-7 Sparrow merupakan buah karya Mitsubishi. “Inmi mungkin serangan hacking pertama yang terdeteksi di Jepang. Ini cukup konsisten mengingat hal yang sama juga terjadi di perusahaan yang berkecimpung di industri pertahanan Amerika,” ujar analis cyber-warfare di Australian Strategic Policy Institute, Andrew Davies.

Menurut Davies, Jepang membuat kapal selam konvesional besar yang dianggap sebagai kapal paling canggih di dunia. Karena itu, Jepang memiliki solusi integrasi yang menakjubkan terkait sistem mekanik, sistem elektronik dan sistem kontrol. Inilah yang menjadi target menarik bagi para hacker.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)