Perusahaan Harus Bersiap Diri dengan gTLD

Chris Disspain, anggota dewan ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers), menyarankan berbagai perusahaan dan perwakilan organisasi di Indonesia untuk melakukan persiapan menyongsong diterapkannya generic Top Level Domain (gTLD) yang baru. Apalagi, masa pendaftaran akan dibuka satu bulan lagi.

 

Sekarang merupakan saat yang tepat untuk mempertimbangkan dengan baik, apa imbas dari hadirnya gTLD bagi perusahaan,” kata Disspain. “Pebisnis mungkin perlu berkonsultasi dengan para ahli dan melibatkan tim pemasaran untuk bisa memanfaatkan peluang baru yang akan muncul,” ia menambahkan.

 

Menurut Disspain,  bagi mereka yang tidak berencana untuk mengajukan permohonan domain juga tetap perlu mengikuti perkembangan hal baru ini. “Jika Anda memilih untuk tidak ingin mengajukan permohonan satu domain tertentu, Anda sebaiknya tetap memperhatikan berbagai permohonan yang sedang masuk dan mengenal sistem proteksi yang telah disiapkan dalam program ini guna mengamankan merek dagang atau organisasi Anda.”

 

Disspain, yang juga merupakan CEO dari .au Domain Administration Ltd (auDA), sebuah perusahaan nirlaba yang secara independen mengurus dan mengelola nama domain Internet di Australian (.au), berbicara dalam sebuah acara di Jakarta yang diadakan untuk menginformasi, mengedukasi dan mengajak komunitas bisnis dan Internet di Indonesia untuk terlibat dalam sebuah diskusi sebagai bagian dari program komunikasi global ICANN terkait penerapan gTLD.

 

Salah satu fitur menarik yang disorot di acara diskusi ICANN di Jakarta dan di negara-negara lain adalah ketersediaan gTLD baru untuk memfasilitasi bahasa-bahasa yang menggunakan karakter selain Latin. Program Internationalized Domain Name (IDN) dari ICANN memungkinkan adanya gTLD baru dalam aksara Cina, Hindi, Arab, Cyrillic, Kanji, dan lain-lain.

 

Mengomentari penetrasi Internet di Indonesia, Disspain mengatakan, “Tingginya tingkat pertumbuhan internet di Indonesia merefleksikan cepatnya perkembangan ekonomi di negara ini.” Pada tahun 2010, populasi online Indonesia meningkat sebesar 32%, menjadikannya negara dengan tingkat perkembangan Internet tertinggi di Asia Tenggara. Menariknya, sebagian besar pengguna Internet ini adalah mereka yang berada di antara umur 15 hingga 25 tahun.

 

Pengguna Internet di Indonesia saat ini telah melampaui angka 8,6 juta orang dan jumlah ini akan terus meningkat. Akan sangat bijaksana bagi perusahaan dan organisasi di Indonesia untuk mempertimbangkan gTLD baru ini sebagai salah satu cara untuk menarik generasi muda dan populasi pengguna Internet yang sedang berkembang pesat ini,” kata Disspain lagi.



--

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)