Pindo Deli 'Melenggang Bebas' di Pasar Kertas Global

Mengklaim diri sebagai pemilik pabrik terbesar dan terintegrasi secara vertikal di Indonesia untuk produk kertas, tisu dan turunannya, PT
Pindo Deli Pulp and Paper Mills (Pindo Deli) sukses memasarkan produk ke mancanegara. Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara di Timur
Tengah adalah beberapa nama yang 'merekam' jejak perusahaan di bawah grup Sinar Mas ini.

Dengan total 10 ribu karyawan, Pindo Deli memiliki kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. Dari total kapasitas produksi tersebut, sekitar
55% diekspor dan sisanya diserap oleh pasar dalam negeri. Pindo terus berupaya untuk mengembangkan pasar ekspor. Upaya itu dapat dilihat
dari ekspor produknya ke lebih dari 100 negara. Kantor cabangnya pun sudah berdiri di 30 negara. Perkembangan pasar ekspor Pindo juga dapat
dirunut sejak tahun 2003 yang penjualannya masih US$ 450 juta. Tidak lebih dari sepuluh tahun, penjualannya telah berlipat ganda pada 2010.

“Tantangan yang paling menarik dalam bisnis ini adalah memahami  persaingan di pasar baru tersebut, mencari formula yang tepat
bagaimana memperkenalkan produk kami di pasar dan membuat keberlanjutan produk dalam jangka panjang,” kata Direktur Carbonless
Paper PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, Kosim Sutiono.

Untuk mengembangkan pasar ekspor, Pindo membentuk tim pemasaran dan promosi yang kuat untuk produk premium (high value product). Namun,
perusahaan 'ogah' berpromosi besar-besaran via internet. “Pindo Deli tidak melakukan promosi khusus via internet karena kami berada dalam
grup. Apalagi, Grup Sinar Mas kan nomor dua di dunia. Karena itu, calon pembeli biasanya mencari kami via internet akan masuk ke situs
Grup Sinar Mas,” kata Kosim lagi.

Salah satu dari produk premium tersebut ialah carbonnes. Sebagai catatan, Pindo Deli merupakan eksportir carbonnes terbesar di dunia.
Selain itu, Pindo Deli juga mengembangkan berbagai merk untuk mengembangkan pasar ekspor. Misalnya, untuk tissue, yang produksinya
meningkat dari 2100 ton menjadi 3200 ton, terdapat berbagai merk untuk pasar lokal seperti Paseo, Nice, dan lainnya. Begitu juga dengan
kertas fotokopi yang produksinya naik dari 10.000 ton menjadi 12.800 ton. Jangkauan pasar untuk produk kertas fotokopi meliputi Jepang,
Malaysia, dan Eropa. Juga terdapat beberapa merk untuk pasar lokal seperti Bola Dunia.

“Setiap tahun kita adakan road show ke seluruh dunia, seperti Afrika, Jepang, Amerika Latin. Dalam road show itu kita perkenalkan
produk-produk yang baru ke pelanggan dan agen distribusi. Memperkenalkan produk baru adalah hal yang paling penting untuk
mencari pasar,” tegas Kosim.

Sertifikasi internasional menjadi syarat utama untuk meningkatkan penjualan di pasar ekspor. Beberapa di anataranya adalah ISO 9001,
sertifikasi halal, ISO 14001 untuk sertifikasi teknologi ramah lingkungan. Pindo Deli dilengkapi dengan tim Research and Development yang perannya sangat vital, yaitu untuk pengembangan produk baru, menambah sertifikasi baru, dan menemukan teknologi baru. Untuk memperlancar penjualan ekspor, perusahaan yang kini mengincar pasar Brazil itu juga bekerja sama sangat baik dengan pemerintah. (Acha)

--

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)