PP Cetak Laba Rp 163 Miliar

 

 PT Pembangunan Perusahan (Persero) Tbk. (PP) mengklaim berhasil mencetak laba bersih tahun 2009  di atas target yang dicanangkan, yakni naik 33,6% dari Rp 12 miliar menjadi Rp 163 miliar. Demikian diungkapkan Direktur Utama PP, Musyanif.

 

Musyanif mengungkapkan, perihal kenaikan laba bersih disebabkan  oleh meningkatnya perolehan kontrak baru dan kenaikan  pendapatan selama tahun 2009. Marjin profitabilitas PP juga tumbuh dibanding periode sebelumnya.

 

Sepanjang tahun 2009, PP pun berhasil mencatat pendapatan  sebesar Rp 4,2 triliun dengan marjin laba bersih 3,9%. Bandingkan dengan marjin laba bersih tahun 2008  yang 3,1% atau naik 26%.

 

Sementara itu, marjin laba kotor meningkat menjadi 11,11% pada 2009 dari raihan tahun 2008 yang sebesar 8,95%. Kenaikan marjin disebabkan meningkatnya kemampuan PP untuk mengeruk pendapatan yang lebih tinggi.

 

Laba usaha  pada full year 2009 adalah Rp 368 miliar, dengan marjin laba usaha tercatat 8,76%. Jumlah itu lebih baik jika dibandingkan dengan marjin laba usaha di tahun 2008 sebesar 6,81%.

 

Perusahaan konstruksi itu juga mampu mempertahankan rasio pertumbuhan laba bersih rata-rata 25% per tahun. Usai IPO bulan Februari lalu, PP mengembangkan bisnis di bidang energi dan jalan tol guna meningkatkan laba sebesar lima kali lipat yang ditargetkan dapat tercapai pada tahun 2014.

 

Dijelaskannya, pendapatan terbesar PP masih disumbang oleh segmen Bangunan Gedung dengan memberikan kontribusi pendapatan sebesar 70% dari pendapatan konsolidasi PP. Sedangkan segmen Jalan/Jembatan, Pengairan, Pelabuhan dan lain-lain berhasil mencatat pendapatan sebesar 30 % dari pendapatan konsolidasi.

Segmen yang berhasil mencatatkan pertumbuhan paling tinggi selama tahun 2009 adalah segmen Pengairan dan Pelabuhan yang berhasil tumbuh 90%. Hal ini dikarenakan strategi PP yang terus meningkatkan proyek keuntungan daya saing ketimbang pesaingnya.

 

Asal tahu saja, selama tahun 2009 berhasil memperoleh kontrak sebesar Rp 8,2 triliun yang berasal dari kontrak baru sebesar Rp 6 dan carry over 2008 sebesar Rp 2,2 triliun.

 

Untuk tahun 2010, PP menargetkan order book sebesar Rp 16,2 triliun, dimana Rp 12,6 triliun merupakan kontrak baru dan Rp 3,6 triliun merupakan carry over 2009. Perolehan kontrak baru 2010 tersebut merupakan dua kali lipat dibandingkan perolehan kontrak baru 2009 sebesar Rp 6,1 triliun.

 

Untuk 5 tahun ke depan, PP akan melakukan ekspansi usaha termasuk ke sektor investasi,  di antaranya di jalan tol, pembangkit listrik dan energi yang diharapkan bakal menjadi sumber pendapatan baru.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)