Produksi Udang Ditargetkan Naik 32%

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi udang nasional tahun ini mencapai 785.900 ton atau naik 32% dari realisasi tahun lalu 592 ribu ton. Untuk mencapai target itu, KKP akan melakukan optimalisasi sumber daya alam secara arif dan berkelanjutan, di antaranya memanfaatkan lahan tambak yang idle.

Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan, dalam kurun lima tahun terakhir, produksi udang nasional meningkat cukup signifikan, yaitu 13,9 % per tahun. “Dengan melihat potensi lahan dan potensi pengembangan serta teknologi yang sudah dimiliki, produksi udang nasional tahun ini ditargetkan sebesar 785.900 ton atau meningkat sekitar 32 % dari produksi udang 2014 yang berdasar angka sementara sebesar 592 ribu ton,” kata dia dalam rilisnya.

udang_tarakan_2

Dia mengatakan, pencapaian target produksi udang tersebut harus dicapai melalui optimalisasi sumber daya alam secara arif dan berkelanjutan. Sesuai arahan Menteri KP Susi Pudjiastuti, saat ini KKP fokus pada pemanfaatan lahan-lahan tambak idle atau revitalisasi lahan yang sudah ada. “Kami kembangkan budidaya udang tanpa merusak lingkungan, seperti mengurangi atau menggeser keberadaan mangrove yang sudah ada di sepanjang pantai. Bahkan, kami dorong petambak untuk menanam mangrove sebagai penjaga kelestarian lingkungan di sekitar tambak,” kata Slamet.

Slamet menuturkan, pengembangan usaha budidaya udang merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi udang nasional dan sekaligus memberdayakan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir yang memiliki potensi untuk pengembangan lahan budidaya udang. Seperti yang terdapat di Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Mamuju Utara memiliki potensi pengembangan usaha budidaya udang. Lahan di wilayah ini cukup bagus untuk budidaya dengan sistem tradisional plus, sehingga memberikan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat. “Potensi lahan seluas 13 ribu hektare (ha) di Mamuju Utara apabila dikembangkan secara optimal dan ramah lingkungan, per ha dapat dihasilkan kurang lebih 2 ton udang size 60 per musim tanam atau 6 ton per tahun. Ini akan mendukung produksi udang nasional,” kata dia.

Budidaya udang di Mamuju Utara saat ini menggunakan teknologi tradisional plus yang sudah cukup meningkatkan pendapatan petambak. Seperti disampaikan Presiden joko Widodo (Jokowi), pendapatan petambak udang kurang lebih Rp 360 juta per ha per tahun yang diperoleh dari penebaran benih 150 ribu ekor per ha. “Hasil ini cukup menggembirakan, karena usaha budidaya udang yang memperhatikan lingkungan dan tidak serakah dalam pengelolaannya akan mampu meningkatkan produktivitas lahan dan dapat diusahakan secara berkelanjutan," jelas Slamet.

Ke depan, usaha budidaya udang di Mamuju Utara juga akan diarahkan untuk memenuhi kaidah Good Aquaculture Practices (GAP), sehingga akan menghasilkan udang yang berkualitas. Peningkatan kualitas produksi perlu dilakukan, terlebih dalam menghadapi persaingan dan tantangan pasar bebas, baik regional maupun global. GAP atau Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) akan mendorong peningkatan efisiensi dan kemandirian. Selain itu akan memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan. Hal ini selaras kebijakan pembangunan perikanan budidaya, yaitu menuju perikanan budidaya yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)