Profit Iklan Online Q1 Pecahkan Rekor


Para teknisi di 'balik layar' Google, Bing dan Yahoo Search tampaknya tengah berbahagia. Pasalnya, pendapatan iklan online di AS mencapai US$ 7,3 miliar di kuartal pertama 2011. Jumlah itu naik 23% di kuartal yang sama tahun lalu, berdasarkan keterangan Internet Advertising Bureau (IAB) dan PricewaterhouseCoopers.

Yang menarik, angka US$ 7,3 miliar itu merupakan nilai pendapatan tertinggi kuartal pertama sepanjang sejarah pengiklanan online. Terlepas dari resesi yang dihadapi perekonomian di dunia, iklan konvensional tampaknya mulai disaingi oleh dunia online.

“Pertumbuhan signifikan setiap tahun menunjukkan bahwa media digital semakin populer dalam meraup keuntungan di media pengiklan dan ini merupakan alasan yang cukup bagus,” ujar Randall Rothenberg, presiden dan CEO IAB. “Sejalan dengan semakin banyaknya waktu yang dihabiskan di dunia online untuk mencari informasi dan hiburan, perkembangan pengiklanan digital dan pemasaran menjadi salah satu alat efektif dalam lingkup bisnis untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.”

Kabar tersebut muncul beberapa minggu setelah IAB melaporkan hasil kuartal keempat dan pendapatan di 2010. Secara spesifik, keuntungan pengiklanan digital di 2010 mencapai US$ 26 miliar, naik 15% dari 2009. Kuartal keempat 2010 menyentuh angka US$ 7,45 miliar, naik 19% dari kuartal pertama di 2009. Dan tampaknya, pertembuhan tersebut tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

“Peningkatan 23% di kuartal pertama 2011 tidak hanya menakjubkan tetapi juga menunjukkan fakta bahwa dibandingkan kuartal pertama 2010, angka tersebut memecahkan rekor pendapatan iklan internet,” ujar David Silverman, mitra di PricewaterhouseCoopers. “Angka ini mengindikasikan bahwa dunia iklan tidak sesederhana alat pemulihan resesi. Ini berkembang sebagai energi yang dinamis.”

Tentu saja, data ini menunjukkan bahwa Google menjadi perusahaan paling bahagia. Berdasarkan keterangan comScore, Google memegang 65,4% pangsa pasar periklanan di AS, diikuti dengan situs Yahoo sebesar 15,9% dan Bing milik Microsoft sebesar 14,1%. “Di beberapa lapisan, pengiklanan online berhasil memahami perilaku konsumen. Meskipun, ada beberapa perbedaan antara waktu untuk mengakses internet dan memperhatikan iklan di internet,” ujar analis utama di Sterling Market Intelligence, Greg Sterling.

“Meskipun konsumsi di media tradisional, kecuali TV, sudah berkurang beberapa tahun terakhir, masih butuh waktu bagi agensi dan pemilik merek dagang untuk merelokasikan belanja media mereka ke dunia online,” kata Greg Starling.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)