Putera Sampoerna Foundation Transparan Pengelolaan Keuangan Yayasan | SWA.co.id

Putera Sampoerna Foundation Transparan Pengelolaan Keuangan Yayasan

Nenny Soemawinata, Managing Director Putera Sampoerna Foundation mengungkapkan, Putera Sampoerna pernah mengatakan, memberikan sesuatu berapa pun nilainya tidak akan pernah cukup, tapi jika kita melakukan sesuatu bersama, pasti akan ada perubahan. Putera Sampoerna Foundation (PSF) adalah yayasan yang didirikan oleh Putera Sampoerna pada tahun 2001. Dan sejak itu pula PSF mulai masuk ke sektor pendidikan.

Hingga saat ini PSF telah memberikan sekitar 34600 beasiswa. PSF juga telah bekerja sama dengan 170 perusahaan dan sekitar 1,2 juta individu yang secara keseluruhan menyumbang dana sekitar USD 56 juta.  PSF berkomitmen untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan.

Sejak akhir 2010 lalu, PSF telah bertransformasi, dari organisasi filantropi profesional menjadi sebuah institusi bisnis sosial. Dengan demikian, berarti apapun kegiatan yang dilakukan oleh PSF sama saja dengan menjalankan suatu usaha atau bisnis. Hanya saja dalam hal ini, apa pun yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan sosial. “Karena kami ada program-program dan target-target,” ujar Nenny.

Pada awal pendiriannya, Putera Sampoerna juga telah memberikan indullment atau dana abadi bagi PSF. Dana tersebut disisihkan dari hasil penjualan HM Sampoerna ke Philip Morris, senilai kurang lebih US$ 150 juta. Dana tersebut diperkirakan cukup untuk jangka waktu sekitar 10 tahun. “Itu dari Pak Putera waktu memulai foundation ini, itu komitmen beliau. Tapi dulu kegiatan kami belum sebanyak sekarang. Saat ini uang itu masih ada, tapi kita harus hitung itu bisa bertahan sampai kapan, nah untuk itulah kami bertransformasi dan menjalankan berbagai inisiatif ini,” tegas Nenny. Saat ini penyandang dana PSF ada sekitar 250 dari korporat, dan dari individual juga sangat banyak.

Dana untuk menjaga adanya kesinambungan dan kelangsungan dari berbagai programnya, diperoleh PSF dari donatur, dari masyarakat dan juga uang yang diperoleh dari jasa-jasa yang dilakukan oleh PSF. “Oleh karena itu, seperti misalnya program Access kami bernaungnya juga di sebuah PT. Jadi misalnya mereka menuntut bayaran untuk jasanya itu ya sah-sah saja, karena itu bayaran untuk services yang diberikan. Dan nanti keuntungan yang diperoleh dari Access ini dikembalikan ke tujuan social,” Nenny menjelaskan dengan memberi contoh soal program Acces yang dimiliki PSF.

Dalam hal pengelolaan keuangannya, PSF sangat mengutamakan transparansi. Di setiap triwulan PSF mengeluarkan laporan keuangan, dan setiap tahun, laporan keuangan tersebut diaudit oleh Deloitte. Tiap triwulan dikeluarkan newsletter dan laporan keuangan. Itu bisa dilihat di website. Sebab PSF harus transparan, karena memegang amanat duit para donatur yang ingin tahu pengelolaan keuangannya. (EVA)

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)