RIM Makin Terserang 'Mimpi Buruk'

Jika banyak pihak percaya kalimat 'habis gelap terbitlah terang', ini tampaknya tidak terjadi pada produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM). Tampaknya, berita buruk terus bermunculan dan menghinggapi produsen ponsel Kanada itu.

Setelah mengakui penyusutan laba perusahaan sehingga mengurangi proyeksi keuntungan di 2011, saham RIM sempat anjlok 21%, Jumat kemarin. Senin lalu, saham RIM kembali jatuh 5% dan mencapai nilai terendah dalam lima tahun terakhir. Perusahaan riset keuangan Sanford Bernstein bahkan menurunkan peringkat saham RIM dari 'market perform' menjadi 'underperform'. Kisah buruk RIM tidak hanya itu. RIM kehilangan beberapa pegawai terbaik mereka. Sebut saja Wakil Presiden Pemasaran Digital dan Media, Brian Wallace yang beralih ke Samsung.

Wallace bukanlah satu-satunya pegawai RIM yang hengkang. Chief Marketing Officer Keith Pardy mengundurkan diri Februari lalu, bersama dengan VP Brand Creativity Paul Kalbflesich. Minggu lalu, RIM juga mengumumkan COO Don Morrison meninggalkan perusahaan dengan alasan cuti medis. Bukan hanya pihak internal yang beralih, para pengembang pun ikut angkat kaki. Seesmic, pihak ketiga yang juga klien Twitter, memutuskan kerja sama dengan BlackBerry pada akhir Juni ini. Kepergian Seesmic itu muncul dengan alasan bahwa mereka ingin fokus dalam pengembangan platform Android, iOS dan Windows Phone.”

GigaOm bertanya-tanya apakah tindakan Seesmic itu merupakan awal dari kenyataan pahit bahwa RIM memiliki pertumbuhan penjualan yang lambat dan memerlukan transisi panjang untuk platform smartphone yang baru. Ini bisa menjadi awal dari tren yang mengerikan untuk perangkat BlackBerry, ungkap media tersebut. Berita buruk tidak sampai disini. Sebuah laporan dari BGR, menyebutkan bahwa RIM memaksa operator 'tutup mata' atas cacat ponsel BlackBerry dalam upaya memastikan bahwa perusahaan dapat menghindari masalah akibat penundaan peluncuran produk.

Berdasarkan data pihak yang sangat dipercaya menurut BGR, RIM sangat memaksa operator untuk menyetujui rilis perangkat mereka yang sebelumnya tidak dapat melewati fase 'persetujuan teknis'. Produsen ponsel biasanya memerlukan tes internal sebelum dikirim ke operator untuk mendapatkan persetujuan. Jika ditolak, mereka harus menghabiskan waktu beberapa minggu untuk menciptakan perangkat baru. RIM dinilai memaksa izin perangkat mereka untuk lolos meskipun memiliki masalah dalam sistem operasi.

Tentu saja, RIM memiliki alasan yang jelas untuk khawatir soal penundaan pengiriman produk. Perusahaan sudah menunda keberadaan BlackBerry Bold 9900 hingga musim gugur, padahal sebelumnya diharapkan muncul pada musim panas. Selama proyeksi laba, RIM juga mengumumkan bahwa perangkat 4G mereka yang diharapkan muncul musim panas ternyata tertunda, lagi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)