Rumah Sakit Siloam Tunjuk Presiden Direktur Baru

PT Siloam International Hospitals Tbk., (Siloam) mengumumkan penunjukan Presiden Direktur dan pengangkatan Direktur baru ke dalam jajaran Dewan Direksi Siloam. Pengangkatan itu dilakukan setelah mendapat persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan kemarin (22/3).

Ketut Budi Wijaya diangkat sebagai Presiden Direktur menggantikan Romeo Lledo yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris Siloam. Selain itu, Tati Hartawan diangkat sebagai anggota baru Dewan Direksi. Ketut Budi Wijaya telah memegang beberapa posisi senior selama bekerja di Lippo Group sejak tahun 1987 dan saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”) sejak Mei 2010. Adapun Tati Hartawan telah bekerja di bidang jasa keuangan selama lebih dari 27 tahun termasuk 24 tahun di Citibank. Selain pengangkatan anggota direksi baru, RUPST juga menyetujui dan meratifikasi Laporan Tahunan untuk periode keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2016.

Konferensi pers RUPST Siloam kemarin (22/3).
Kiri ke kanan: dr. Grace Frelita Indradjaja, dr. Dr. dr. Andry, M.M., M.H.Kes, Caroline Riady, Budi Raharjo Legowo, Ketut Budi Wijaya, Ryanto Marino Tedjomulja, Norita Alex dan Tati Hartawan.

Siloam sendiri memperkuat rekam jejaknya dengan pembukaan tiga rumah sakit di Labuan Bajo, Buton dan Samarinda sehingga total rumah sakit operasional menjadi 23 unit. Selain itu Siloam juga telah menyelesaikan pembangunan tiga rumah sakit di Yogyakarta, Bogor dan Bekasi yang saat ini sedang menunggu penerbitan izin operasional untuk dapat mulai menerima pasien.

Volume pasien pun meningkat secara stabil dengan pertumbuhan 19 persen pada kunjungan blended rawat Jalan (“OPD”) dan pertumbuhan 18 persen pada admisi rawat inap (“IPD”) yang menghasilkan 64 persen utilisasi tempat tidur (“BOR”) dengan 208 tempat tidur tambahan di tahun 2016. Jumlah BOR tahun lalu pun meningkat signifikan sebesar 60% dibanding tahun sebelumnya.

Di samping itu, Siloam mempertahankan laju pertumbuhan pendapatan operasional kotor (GOR) dengan peningkatan sebesar 25 persen menjadi Rp 5.168 miliar. Pendapatan operasional bersih perusahaan (NOR) bertumbuh menjadi Rp 3.719 miliar, atau meningkat sebesar 22 persen. Laba kotor juga meningkat 23% menjadi Rp 2.243 miliar, sedangkan EBITDA meningkat sebesar 17 persen menjadi Rp 674 miliar. Adapun laba bersih setelah pajak sebesar Rp 86 miliar, atau meningkat sebesar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Siloam juga terus menunjukkan dukungannya terhadap BPJS Kesehatan dengan mendaftarkan tiga rumah sakitnya pada tahun 2016 untuk melayani pasien BPJS Kesehatan di Surabaya, Labuan Bajo dan Buton. BPJS Kesehatan berkontribusi sebesar 20 persen dari total GOR dengan 16 rumah sakit yang terdaftar.

Sebagai bentuk pengakuan atas keunggulan layanan Siloam dalam bidang kesehatan, Siloam juga telah dianugerahi Indonesia Hospital of The Year oleh Frost and Sullivan. “Saya ingin menyambut Bapak Romeo Lledo ke dalam Dewan Komisaris dan berterima kasih atas kontribusi dan bimbingannya selama masa jabatannya sebagai anggota Dewan Direksi. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Ketut Budi Wijaya dan Ibu Tati Hartawan untuk pengangkatan mereka masing-masing sebagai Presiden Direktur dan Direktur Independen. Pengalaman mereka yang luas di bidangnya masing-masing akan memberikan kontribusi dan memperkuat manajemen, operasional dan tata kelola perseroan," kata Presiden Komisaris Siloam, Lee Heok Seng dalam rilis yang diterima redaksi SWA hari ini (23/3).

Adapun hingga saat ini Siloam mengelola 25 rumah sakit, 16 klinik di 18 kota di seluruh Indonesia, dengan 5.200 kapasitas tempat tidur serta didukung oleh lebih dari 2.300 spesialis dan dokter umum serta lebih dari 8.800 perawat dan staf pendukung.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)