Saatnya CMO Berubah Total di Tengah Era Transformasi Digital

 

Sebuah surviy yang diadakan IBM (NYSE: IBM) baru-baru ini terhadap lebih dari 1.700-an chief marketing officer (CMO) dari 64 negara dan 19 industri menunjukkan bahwa sebagian besar eksekutif pemasaran terbaik di dunia menyadari adanya pergeseran penting dalam cara mereka berhubungan dengan pelanggan. Namun mereka ragu apakah bagian pemasaran mereka siap untuk menghadapi perubahan ini.

Dalam survei ini, yang merupakan bagian dari 2011 IBM Global CMO Study,  juga dibuktikan bahwa tolak ukur yang digunakan untuk mengevaluasi kegiatan pemasaran juga sudah berubah. Sekitar 60 persen CMO menganggap return on marketing investment akan menjadi patokan untuk menilai efektifitas fungsi pemasaran pada 2015. Tetapi, CMO perusahaan-perusahaan yang paling berhasil merasa tidak siap untuk menyajikan angka-angka pastinya.

Masih menurut survei itu, sebagian besar dari eksekutif pemasaran ini, yang bertanggung jawab atas pemasaran terintegrasi dari produk, layanan dan reputasi merk perusahaan mereka, mengatakan mereka tidak memiliki pengaruh yang kuat di berbagai bidang utama, seperti pengembangan produk, penetapan harga dan pemilihan saluran penjualan.

Survei IBM ini juga menemukan bahwa meskipun 82 persen CMO mengatakan mereka berencana untuk meningkatkan penggunaan media sosial dalam waktu tiga hingga lima tahun mendatang, hanya 26 persen yang sudah memanfaatkan penggunaan blog, 42 persen memanfaatkan ulasan pihak ketiga, dan 48 persen sudah memanfaatkan ulasan pelanggan untuk membantu menetapkan strategi pemasaran mereka.

“Pengaruh media sosial membawa perubahan permanen dalam cara kita menjalin hubungan dengan pelanggan,” tutur Widita Sardjono, Country Leader, Global Business Services IBM Indonesia. Ia menambahkan bahwa kurang lebih 90 persen dari informasi real-time yang diciptakan saat ini berupa data tidak terstruktur. CMO yang berhasil mendapatkan wawasan baru ini, lanjutnya, akan memiliki posisi yang kuat untuk meningkatkan pendapatan, meraih manfaat dari hubungan erat dengan pelanggan mereka, dan membangun nilai merk yang baru.”

Studi IBM ini merupakan penelitian pertama IBM terhadap para CMO dan merupakan penelitian yang ke-15 dari rangkaian penelitian C-Suite yang dikembangkan oleh IBM Istitute for Bussniess Value. IBM mewawancara langsung dengan 1.734 CMO di 19 bidang industri dan 64 negara untuk lebih memahami sasaran dan tantangan para CMO. Para responden datang dari berbagai jenis perusahaan, mulai dari 48 dari 100 merk ternama dalam peringkat Interbrand 2010 hingga perusahaan yang memiliki profil yang sangat lokal. (Deno)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)