Sampoerna Dukung UMKM di Pasuruan

PT HM Sampoerna Tbk. (HMS) terus berupaya meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menciptakan dan mengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pasuruan, Jawa Timur. Menurut Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur, di sela-sela pembukaan PKK Expo 2011, saat ini UMKM di Jawa Timur memberikan kontribusi terhadap PDRB sekitar 52% dan terbukti menjadi sektor yang terbilang kuat dalam menghadapi krisis. Meskipun banyaknya permasalahan yang dihadapi UMKM baik internal maupun eksternal tidak jarang menghambat bahkan mematikan usaha tersebut.

Tekad yang kuat saja tidak cukup untuk menjadi wirausaha yang sukses. Dibutuhkan kerja keras, modal, dan akses pemasaran yang mumpuni. 50% UKM di Kabupaten Pasuruan mengeluhkan susahnya memperoleh pinjaman modal dari bank, 30% terkendala pembuatan desain kemasan dan pemasaran, sisanya 20% terkendala dari sisi manajemen.

Melalui Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPK Sampoerna), HMS berupaya memfasilitasi UMKM dengan berbagai aktivitas dan pelatihan yang dapat mendorong lahirnya wirausaha yang mandiri dan berkelanjutan. Sebanyak 107 UKM di Kabupaten Pasuruan binaan PPK Sampoerna memiliki cita-cita untuk mengembangkan dan memajukan usahanya. 5% dari UMKM tersebut baru akan memulai usahanya, sementara 95% lagi telah menjalankan usahanya.

Untuk memberi dukungan dan memacu keberanian wirausaha muda untuk mengembangkan usahanya, PPK Sampoerna, dibawah payung “Sampoerna Untuk Indonesia” kembali mengajak 90 UMKM dari Pasuruan, Surabaya, Malang dan daerah lain di Jawa Timur, dan 90% -nya adalah UMKM binaan Sampoerna menggelar PPK Sampoerna Expo 2011 - Wirausaha Tanpa Batas- (22-24 Juli) di Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Pasuruan yang mengusung tema Semangat Muda Wirausaha untuk Mengurangi Pengangguran.

Menurut Yos Adiguna Ginting, Direktur HMS, seperti pada tahun sebelumnya, Expo kali ini menampilkan peluncuran hasil kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan di PPK Sampoerna seperti mi pelangi dan melon kotak yang dikembangkan tim ahli dari Prima Kelola Agribisnis Agroindustri Institut Pertanian Bogor (IPB). Selain itu, juga ada serangkaian workshop, seminar serta klinik konsultasi untuk meningkatkan softskill dan hardskill para pelaku UMKM.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menciptakan dan mengembangkan UMKM menjadi salah satu pilar kegiatan Corporate Social Responsibility yang dijalankan  HMS. “Kami harap PPK Sampoerna Expo 2011 ini dapat menjadi ajang sosialisasi produk-produk unggulan, pusat informasi, serta pertukaran bisnis,” kata Yos Selain itu, melalui workshop dan seminar yang diadakan, penggiat UMKM dapat menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi dan dapat menjadi seorang wirausaha yang sukses.

Tahun ini, PPK Sampoerna juga memberikan apresiasi kepada pelaku UKM dengan memberikan UKM award bagi pelaku UKM Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam UKM center. Penerima UKM award untuk katagori Micro Enterprise – “Social Impact & Environment Care”

Pemenang pertama,  Hj Kariyani (merek dagang: Kesiman Jaya dan produknya minuman herbal instan), pemenang kedua Khoirul Anwar (Merek dagang: Enchep Mushroom, produknya kripik jamur dan Pemenang ketiga Hj. Lianah (Merek dagang: UD. Mawar,produk: Kripik buah). Sedangkan untuk katagori  Grow & Environment care, pemenang pertama adalah Agus Suyanto (CV. Citra Snack, produsen kripik buah , pemeneng kedua  Hj. Dewi Fathonah (Fath Bordir, memproduksi taplak meja, sarung bantal, sprei dan lain-lain), dan pemenang ketiga Suhartono (CV. Karya Terampil, produknya  adalah handicraft).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)