Sampoerna Kembangkan Hutan Asuh Berbasis Kewirausahaan

PT HM Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dibawah payung ‘Sampoerna untuk Indonesia’, mengembangkan suatu konsep pengelolaan hutan secara berkelanjutan, yang dinamakan hutan asuh berbasis kewirausahaan. Program yang telah memasuki tahun kedua ini memfokuskan kegiatan kepada pengembangan pertanian organik, pengembangan hasil hutan non kayu dengan sistem Agroforestry, penanaman tanaman buah atau Multi Purpose Trees Species (MPTS) di sela-sela tanaman pokok produksi, pembuatan satu buah instalasi biogas dari hasil kotoran sapi dan pembuatan keripik buah hasil hutan.

Dalam mengembangkan program ini, Sampoerna bekerjasama dengan Pemerintah daerah Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur, Perum Perhutani, Yayasan Kaliandra SEJATI, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) “Ngudi Lestari” Desa Jatiarjo dan Kelompok Tani Tahura (KTT) “Arjuno Lestari” Desa Jatiarjo serta masyarakat setempat dimana keterlibatan masing-masing pihak semakin memperkuat usaha untuk mendukung program penanaman satu milyar pohon yang dicanangkan oleh pemerintah pusat serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan gunung Arjuno.

Kawasan hutan gunung Arjuno - Welirang sendiri merupakan area yang disebut Sampoerna sangat strategis bagi proses pembangunan berbagai sektor di Jawa Timur. Dengan luas lebih dari 50.000 ribu hektar (terdiri dari hutan konservasi dan hutan produksi), hutan ini mampu menopang sekitar 23 juta kehidupan masyarakat Jawa Timur dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dimilikinya. Khusus Kabupaten Pasuruan terdapat sekitar 4.000 hektar hutan konservasi dan 6.000 hektar hutan produksi, serta lebih dari 10.000 hektar hutan rakyat yang memiliki potensi ekonomi didalamnya.

“ Melihat potensi keanekaragaman hayati tersebut, sangat disayangkan saat ini masih terdapat ancaman dalam kelestarian hutan seperti pembalakan liar, kebakaran hutan, dan aktivitas penambangan yang dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem hutan tersebut. Karena itu Sampoerna berkomitmen untuk mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan hutan gunung Arjuno melalui pendekatan yang terintegrasi antara konservasi hutan, kewirausahaan dan edukasi sehingga tercipta masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kelestarian hutan,” ujar Santi Djiwandono Manager Contributions and CSR PT HM Sampoerna Tbk.

Dalam kaitannya dengan konservasi hutan, menurut Santi saat ini Sampoerna sudah menanam 75.000 pohon di kawasan hutan gunung Arjuno, sedangkan untuk program kewirausahaan, Sampoerna menerapkan sistem pengembangan usaha sesuai dengan potensi desa. Tidak hanya itu, Santi mengklaim Sampoerna juga membina petani sebagai perawat hutan asuh yang saat ini sudah mencapai 37 petani berpartisipasi aktif untuk menjaga kelestarian hutan.

Bersamaan dengan kegiatan penanaman pohon ini, juga dilakukan panen akar wangi dan nilam yang bermanfaat sebagai bahan dasar minyak wangi dan kosmetik oleh petani desa Sumberrejo. Tanaman tersebut ditanam di wilayah seluas 5 hektar di kawasan hutan Arjuno dengan menerapkan sistem Argoforestry, suatu sistem pengelolaan hutan dengan menggabungkan antara tanaman jangka panjang dan tanaman jangka pendek.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)