Sang Pemilik Jadi Kunci Kesuksesan Merek

Berbicara soal merek, semua perusahaan tentu ingin menjadi juara. Menurut konsultan merek dari Id Holland, Daniel Surya, kunci utama sebuah merek dapat melegenda ternyata sederhana. Popularitas merek bergantung pada sang pemilik.

Saya percaya sebuah merek tidak dapat terlepas dari peranan penting pemiliknya. Sang pemilik harus memiliki passion dan daya tahan yang luar baisa dalam membangun merek. Itu ditunjukkan dengan kreativitas yang tanpa batas dan inovasi tiada henti,” kata Daniel Surya lagi. Merek-merek yang melegenda pada dasarnya tidak hanya dibangun dalam satu sisi. Ini berarti pembentukan merek tidak cuma hadir di kemasan, pemilhan media promosi ataupun logo.

Merek yang melegenda muncul karena adanya keterlibatan emosional antara pemilik dan brand yang dibangun. “Merek-merek populer muncul dari pemilik yang berpikir bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini,” ujar Daniel. Layaknya Steve Jobs yang sukses membangun merek dagang Apple, produsen smartphone iPhone dan komputer tablet iPad, keberadaan merek tidak cuma bergantung pada konwledge yang dipelajari oleh pelaku merek. “Mereka (brand owner) harus bisa memanfaatkan imajinasi di 'tubuh' brand.” tegas Daniel.

Selain itu merek itu juga harus adaptif dengan lingkungan yang terus berubah. Kuncinya yang paling penting adalah jiwa owner dalam membangun pembeda dari merek tersebut. Untuk menjadi merek yang melegenda juga perlu waktu untuk pembuktian. Yang dinilai kembali adalah daya tahan, konsistensi, dukungan pemilik merek dan para pegawai dalam mempertahankan 'kebenaran' merek tersebut. “Kalau sekarang, merek tidak bisa dilihat secara instan karena tidak hanya dilihat dari iklan, desain ataupun jumlah produk yang dijual. Kita juga harus bisa melihat abgaimana daya tahan sang pemilik dalam menciptakan nilai emosional produk ke konsumen.”

Media-media baru, lanjut Daniel, bisa untuk membangun sebuah merek menjadi besar, namun 'pelaku' diharapkan tidak latah karena media baru itu juga harus disesuaikan dengan target pasar merek tersebut. Jangan tergoda hanya karena pencapaian merek tertentu dalam penggunaan sosial media dalam strategi pemasarannya.

Daniel menegaskan bahwa membangun merek bukan sekadar penerapan brand knowledge. Mengutip ungkapan Albert Einstein, imajinasi membawa kita ke titik yang tak terjangkau, knowledge hanya membawa kita dari satu titik ke titik lain. (Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)