Satu Lagi B737-800NG Mendarat di Sarang Garuda

 

Satu lagi pesawat teranyar dari pabrikan pesawat Boeing yakni seri B737-800NG mendarat di hanggar 2 Garuda Indonesia hari ini (20/10). Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar sebelumnya, pada Senin (17/10), telah menerima pesawat tersebut dari VP. B737 Operations Boeing, John Pricco di Seattle, Amerika serikat. Hadir dalam acara penyerahan di Pabrik Boeing tersebut Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal. Setelah serah terima, pesawat tersebut langsung diterbangkan ke Jakarta secara ”ferry flight” dengan melakukan persinggahan di Honolulu (Hawaii), Wake Island, Marshal Island dan Biak (Papua). Kedatangan pesawat B737-800NG tersebut disambut oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan jajaran manajemen Garuda Indonesia di Hanggar 2 Garuda Mainenance Facilities – Aero Asia, Cengkareng.

 

”Garuda saat ini sedang melaksanakan program ”quantum leap” dan pengembangan dan revitalisasi armada menjadi salah satu fokus utamanya”, kata Bambang Susantono. Emirsyah Satar mengatakan bahwa pesawat B738-800NG ke-48 ini dilengkapi dengan teknologi “Boeing Sky Interior” – yaitu teknologi terbaru dari Boeing pada pola pencahayaannya. “Para penumpang akan merasakan perbedaan nuansa melalui lampu penerang yang dapat menghasilkan berbagai suasana warna (colour schemes); seperti warna biru angkasa yang lembut, suasana matahari terbenam yang membuat rileks dan  suasana matahari terbit. Dengan teknologi terbaru ini maka penumpang Garuda Indonesia akan semakin nyaman terbang dengan Garuda Indonesia”, tambah ujar Emir, sapaannya.

 

Seperti pesawat – pesawat baru lainnya yang diterima Garuda, pesawat ini juga dilengkapi dengan Audio & Video on Demand (AVOD) pada setiap seatnya. Sejalan dengan konsep layanan Garuda Indonesia Experience, interior pesawat baru ini juga ditata dengan sentuhan ke-Indonesiaan yaitu penggunaan kain bercorak batik pada setiap seat-nya serta penggunaan motif bambu (gedek) pada setiap partisi dalam pesawat.

 

”Pesawat ini juga merupakan pesawat B-737 series ke-123 yang diterima Garuda Indonesia hingga saat ini. Garuda Indonesia pertama kali menggunakan B737 series jenis B737-300 pada tahun 1989 lalu yang digunakan pada rute domestik dan regional. Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan sebanyak 67 B737 series yang terdiri 48 B-737-800NG dan 19 B737-300/400/500. Secara bertahap Garuda akan melakukan phase-out B-737 klasik tersebut dan menggantikannya dengan B737-800NG untuk rute–rute penerbangan di domestik dan regional.

 

Pengadaan pesawat B737-800NG ini merupakan bagian dari program pengembangan dan revitalisasi armada yang dilaksanakan oleh Garuda Indonesia dalam rangka memodernisasi armada pesawatnya. Melalui program “Quantum Leap”, hingga tahun 2015 Garuda Indonesia merencanakan akan menambah armada dari yang saat ini  berjumlah sebanyak 89 pesawat menjadi 154 pesawat yang terdiri dari B737-800NG untuk domestik dan regional, A330-300/200 untuk jarak menengah dan sedang, dan B777-300ER untuk jarak jauh (longhaul) dengan rata – rata usia pesawat 5 tahun.

 

Saat ini Garuda Indonesia juga sedang melaksanakan proses pengadaan untuk pesawat berjenis sub-100 (pesawat dengan jumlah seat dibawah 100) untuk melayani penerbangan ke kota – kota lebih kecil dan penerbangan langsung tanpa persinggahan di Jakarta.

 

Kerjasama Dengan CFM International

 

Sejalan dengan semakin berkembangnya penggunaan pesawat jenis B737-800NG dalam armada pesawatnya, maka Garuda Indonesia baru-baru ini juga telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan CFM International dalam bidang perawatan mesin CFM56-7B, yaitu jenis mesin yang digunakan pesawat Boeing 737-800NG  Garuda Indonesia. Melalui kerjasama tersebut, CFM akan menyediakan layanan perawatan mesin secara komprehensif dengan system “Rate Per Flight Hour (RPFH) dalam kontrak hingga 15 tahun.

 

Melalui kerjasama ini, CFM dan GMFAeroAsia juga akan bekerjasama mengembangkan kemampuan GMFAeroAsia untuk melaksanakan layanan perawatan overhaul bagi mesin CFM56-7B, sehingga nantinya pelaksanaan overhaul mesin CFM56-7B Garuda dapat dilaksanakan di GMFAeroAsia.

 

” Kerjasama pengembangan layanan perawatan CFM56-7B oleh GMF dan CFM ini tentunya akan semakin meningkatkan kompetensi industry penerbangan di Indonesia dan secara langsung akan mendukung pertumbuhan transportasi udara di Indonesia,” tutur Emir.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)