Schneider Electric Bangun Pabrik Baru di Cibitung

Schneider Electric (SE), perusahaan pengelolaan energi, berencana akan membangun pabrik baru di Cibitung. Pabrik baru tersebut mulai beroperasi pada tahun 2013 dan akan memproduksi perangkat transformer dan Mini Circuit Breaker (MCB).


Henri Lachman, Chairman of Supervisory Board Scheider Electric mengatakan, peningkatan investasi di Indonesia dilakukan karena melihat pasar domestik yang sangat besar, sumber daya alam dan juga talenta sumber daya manusianya. SE memproduksi solusi energi untuk 200 perusahaan di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, 8 perusahaan berada di Indonesia yaitu Batam, Cibitung, Cikarang dan Pulogadung. "Pabrik Schneider Electric di Indonesia menjadi basis penjualan internasional tapi tetap fokus pada pasar domestik," ungkap Henri.

Penjualan SE secara global mencapai 19,6 miliar Euro. Dari jumlah tersebut, kontribusi penjualan berasal dari Indonesia yang mencapai 2%-3% dari total penjualan.


Riyanto Mashan, Country President Schneider Indonesia menambahkan, pembangunan pabrik baru akan meningkatkan kapasitas produksi transformer dan MCB menjadi dua kali lipat. "Produksi MCB terutama untuk melayani kebutuhan PLN," katanya.


Kapasitas produksi pabrik MCB saat ini mencapai 7 juta unit dan akan ditingkatkan menjadi 14 juta unit. Sedangkan kapasitas pabrik transformer susah dihitung karena produknya beragam dan ukurannya kecil. Sayangnya, baik Riyanto ataupun Henri enggan menyebutkan nilai investasi pembangunan pabrik tersebut.


Pembangunan pabrik transformer saat ini sudah dimulai dan akan beroperasi pada awal tahun depan. Sedangkan pabrik MCB akan dimulai awal tahun depan dan beroperasi pada akhir tahun 2012.Produksi Schneider di Indonesia sebanyak 75% akan diekspor ke Asia Tenggara dan Eropa. Sisanya dipasarkan di dalam negeri. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)