Setelah Akuisisi GE Finance, Permata Targetkan Pertumbuhan Kartu Kredit 3 Kali

Setelah mengakuisisi GE Finance, hingga kini manajemen PT Bank Permata Tbk. (Permata) belum bisa berterus terang akan dibawa kemana perusahaan baru yang dicaploknya itu. “Bank Permata memang memiliki rencana untuk lebih mengembangkan bisnis multifinance . Tapi, kami ini public company ini sehingga susah untuk disclose, karena banyak aturan yang harus dipebuhi dulu. Kami sedang diskusi secara internal dan nantinya harus mempresentasikannya dulu ke Bank Indonesia. Kami belum bisa share lebih jauh lagi,” ujar Lauren Sulistiawati, Direktur Retail Banking Permata, saat ditanya rencana pengembangan GE Finance ke depan.

Yang jelas, kata Lauren, dalam mengambil keputusan, Permata selalu melihat strategi ke depannya seperti apa, termasuk dalam hal akuisisi, ekspansi, dan sebagainya. “Kami terjun ke multifinance untuk mendukung Bank Permata masuk ke segmen-segmen secara lebih komprehensif lagi,” jelasnya.

Dalam hal akuisisi GE Finance ini, Bank Permata melihat dari segi segmen pasar dan bukan dari segi produk. Tujuannya, supaya dapat masuk ke segmen yang lebih sentrik, yang merupakan kombinasi antara multifinance dengan bank. Bank Permata ingin masuk ke pasar yang lebih low segmennya.

Kartu kredit GE Finance nantinya akan dipindahkan ke Bank Permata. Sedangkan bisnis multifinance bakal digunakan untuk masuk ke segmen yang lebih low. Misalnya untuk memberikan kredit ke level tertentu. “Jika dari Bank Permata hanya dapat memberikan kredit misalnya minimal Rp 200 juta, namun dengan adanya multifinance ini kami dapat memberikan di bawah Rp 200 juta,” jelasnya. Hal ini disebebkan kedua share holder Permata, yaitu Astra dan Standard Chartered Bank, memiliki visi yang sepaham. Astra dengan An Asset for Indonesian dan Standard Chartered dengan Here for Good-nya. Kedua pemegang saham ini ingin kehadirannya di suatu negara dapat membangun perekonomian negara tersebut dengan cara masuk ke UMKM.

Mengapa pilih GE Finance? Lauren menjelaskan, karena pihaknya melihat bahwa bisnis GE Finance sangat tepat atau match dengan core business Permata. Di samping itu, otofinance Permata juga tumbuh pesat, ditambah lagi bisnis kartu kredit GE Finance juga bermain di segmen yang ingin dimasuki Permata, yaitu segmen menengah.

Dengan mengakuisisi GE Finance, Bank Permata ingin meningkatkan pangsa pasar kartu kreditnya menjadi 3 kali lipat dari sebelumnya. Menurut Lauren, saat ini nilai total industri kartu kredit di Indonesia masih bergerak di angka 12 juta. Sebelum mengakuisisi GE Finance, pangsa pasar kartu kredit Bank Permata adalah sekitar 2 persen. Dan setelah akuisisi, angka itu bakal menjadi sekitar 5 persen.

Lauren menegaskan, GE Finance tidak akan ditutup. Pastinya GE Finance akan tetap berdiri sendiri sebagai finance company yang terpisah. Namanya pasti akan diubah, karena GE Finance merupakan nama dari GE, dan nama itu memang harus diubah. Tapi namanya pun belum dapat diumumkan sekarang. (EVA)

Leave a Reply

1 thought on “Setelah Akuisisi GE Finance, Permata Targetkan Pertumbuhan Kartu Kredit 3 Kali”

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)