Singapura dan Malaysia Dominasi Pelancong Bisnis ke Indonesia

Accor, operator hotel asal Perancis, baru-baru ini memaparkan hasil tentang perjalanan pelancong dalam riset Asia Pacific Business Traveller Research 2011. Survei menemukan bahwa pada semester pertama tahun 2011, sebagian besar pelancong bisnis yang bepergian ke Indonesia masih didominasi dari Singapura (40%) dan Malaysia (39%) diikuti oleh Thailand, Australia dan Hong Kong.

Survei ini dilaksanakan melalui wawancara kepada lebih dari 10.000 responden yang pernah melakukan perjalanan bisnis di semester pertama tahun 2011 Hasil kajian bisa digunakan untuk mengetahui tren perjalanan bisnis dan kecenderungan perilaku pelancong bisnis di kawasan Asia Pasifik secara lebih baik.

Evan Lewis, Vice President Communications, Accor Asia Pacific bahwa Jakarta dan Bali merupakan dua kota yang paling sering dikunjungi para pelancong bisnis dari Asia Pasifik dengan masing-masing persentase 73% dan 32%, diikuti oleh Surabaya, Bandung, Yogyakarta dan Balikpapan.

Dalam rute perjalanan bisnis domestik, hampir tigaperempat dari perjalanan bisnis di dalam negeri bertujuan ke Jakarta, di mana sekitar setengah dari pelancong bisnis domestik berkunjung ke Bandung (51%), Denpasar (50%), Surabaya (49%) dan Yogyakarta(49%). Kebanyakan mereka datang untuk kepentingan internal perusahaan seperti meeting dan inspeksi lainnya. Sektor yang paling banyak seperti manufaktur, perbankan, dan jasa,” papar Evan.

Dalam survei Asia Pacific Business Traveller Research 2011 ditemukan sejumlah fakta mengejutkan. Misalnya dalam hal perjalanan ke luar negeri, pelancong bisnis dari Indonesia dinilai sebagai eksekutif yang sangat berhati-hati mengeluarkan biaya perusahaan dengan rata-rata anggaran akomodasi US$ 92, diikuti pelancong bisnis dari Cina dengan US$ 99, sebagai satu-satunya negara yang bersama Indonesia berada di kategori karakteristik pelancong bisnis yang memiliki anggaran di bawah US$ 100. “Salah satu alasan yang menyebabkan rata-rata anggaran akomodasi di Indonesia lebih rendah dibanding negara-negara lain di sekitar kawasan Asia Pasifik adalah karena rata-rata tarif hotel di Indonesia juga lebih kompetitif dibanding negara-negara lain,” terang Evan.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei pada semester pertama tahun 2011, pelancong bisnis dari Indonesia paling sering bepergian ke Singapura (78%), Malaysia (40%) dan Hong Kong (27%). Rata-rata pelancong bisnis di Indonesia melakukan 6,4 kali perjalanan bisnis dan diharapkan di semester kedua tahun 2011 menjadi 6,2. ini serupa dengan rata-rata perjalanan pelancong bisnis di kawasan Asia Pasifik lainnya pada semester pertama 2011 yang menunjukkan bahwa mereka melakukan 6,3 kali perjalanan bisnis dan diperkirakan melakukan sekitar 6,2 kali perjalanan bisnis pada semester kedua tahun ini.

Survei tersebut juga menemukan selama perjalanan bisnis, para eksekutif dari Indonesia bekerja lebih keras dari hari-hari biasa. Dari hasil survei, 7 dari 10 pelancong bisnis dari Indonesia bekerja di hotel pada saat perjalanan bisnis dan masih terus sibuk bekerja dari pukul 21.00 – sampai tengah malam walaupun pertemuan bisnis telah lama berakhir dan sering mengurung diri di dalam kamar hotel untuk menyelesaikan pekerjaan. Sebagian besar pelancong bisnis dari Indonesia adalah pria (74%) dan bekerja di tingkat manajer (51%).

Namun survei juga menemukan bahwa para eksekutif di Indonesia menyadari pentingnya mempertahankan gaya hidup sehat menjaga kebugaran tubuh, sehingga mereka dapat mengatur jadwal kerja di tengah padatnya kesibukan. ini tercermin dari salah satu hasil survei yang menyebutkan lebih dari 50% eksekutif Indonesia menggunakan fasilitas pusat kebugaran hotel.

Dalam hal pemesanan kamar hotel, pelancong bisnis dari Indonesia lebih sering menggunakan cara offline dibanding para pelancong dari negara lain. Mereka berada di tingkat teratas dalam hal menggunakan bantuan agen perjalanan (31%) melebihi responden lain di Asia Pasifik.

Selain itu, seperti halnya para pelancong bisnis lainnya di Asia Pasifik, faktor utama para eksekutif dari Indonesia memilih hotel adalah lokasi (45%). Pelancong bisnis dari Indonesia mirip dengan pelancong bisnis dari Thailand dan India dalam hal faktor-faktor penting lainnya dalam pemilihan akomodasi yaitu harga yang kompetitif (35%) dan pengalaman berkesan setelah menginap di hotel (30%), dimana hal ini menunjukkan bahwa para eksekutif dari Indonesia lebih loyal karena faktor hotelnya daripada karena merek hotel. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)