Situs Diskon Menjamur, Living Social Kejar IPO US$ 1 Miliar

Situs penjual kupon diskon online, Living Social dikabarkan telah memilih bank penjamin untuk proses penawaran umum perdana (IPO). Yang menarik, penawaran tersebut dikabarkan mencapai US$ 1 miliar. Ini semakin menguatkan prediksi perkembangan bisnis perusahaan teknologi berbasis internet yang tumbuh pesat.

Pesain Groupon tersebut, berdasarkan keterangan CNBC, memilih JP Morgan, Bank of America dan Deutsche Bank untuk memimpin penawaran tersebut. Meskipun begitu, Living Social belum mengajukan dokumen kepada Securities and Exchange Commision. Laporan menunjukkan valuasi diperkirakan US$ 10 miliar sampai US$ 15 miliar. Pengumuman soal IPO Living Social muncul sebulan setelah situs diskon harian nomor satu di AS, Groupon, mengajurakn dokumen penawaran saham yang diperkirakan mencapai US$ 750 juta.

Situs deal-a-day seperti Living Social bekerja sama dengan para pebisnis dengan mengirimkan sejumlah tawaran diskon kepada pelanggan setiap hari. Transaksi biasanya berupa potongan harga lebih dari setengah harga normal di restoran, salon ataupun pusat perbelanjaan. IPO diharapkan mampu meningkatkan pendapatan tahunan hingga US$ 2,7 miliar. Jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan profit tahun lalu, berdasarkan keterangan Local Offer Network.

Living Social yang berbasis di Washington D.C itu meraup 24% keuntungan daily-deal di kawasan Amerika Utara pada Mei lalu, menurut studi Yipit. Di sisi lain, pangsa pasar Groupon turun dari 52% menjadi 48%. Sayangnya, juru bicara Living Social tidak memberikan komentar apapun. Di Indonesia, Living Social telah mengakuisisi situs diskon DealKeren.

Setelah proses akuisisi itu, CEO DealKeren, Adrian Suherman, berharap meningkatkan keuntungan dua kali lipat menjadi US$ 500 ribu per bulan hingga akhir tahun. Sejak pertama kali didirikan, DealKeren sudah bermitra dengan total 300 merchant dan memiliki 300 ribu anggota. Mereka menawarkan diskon dari 80 merchant di empat kota yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.”

Seperti akuisisi-akuisisi sebelumnya, LivingSocial kembali memilih untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal yang memiliki nilai dan cara serupa dalam berbisnis,” ujar CEO LivingSocial Tim O'Shaighnessy. Setelah proses akuisisi tersebut, DealKeren menargetkan beberapa proyek pengembangan perusahaan diantaranya menawarkan diskon berbasis lokasi, variasi diskon dalam beberapa program diantaranya layanan perjalanan, tempat penginapan maupun hotel, produk elektronik dan beberapa jasa yang menawarkan 'pengalaman berbeda'.

Berdasarkan data survei yang disebutkan DealKeren, setidaknya 62% populasi Indonesia atau 153 juta penduduk akan mengakses internet di 2014. Karena itu, tidak aneh bila DealKeren berambisi meraih 1 juta pengguna hingga akhir tahun dan bekerja sama dengan 100 sampai 150 merchant per bulan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)