Social House: 'Eat, Drink and Socialize'

Sebagai 'anak baru' di Ismaya Group mendampingi Blowfish, Dragoonfly dan Sushigroove, Social House makin mewarnai tren industri Food and Beverage (F&B). Mengusung tema 'eat, drink and socialize', Social House memang menargetkan kalangan papan atas yang mencari tempat nyaman untuk bersosialisasi.

Restoran yang berlokasi di Mall Grand Indonesia, Jakarta, ini mengaku tidak melakukan pemasaran secara agresif. “Ini disebabkan lokasi Social House yang strategis diantara hotel, pusat perbelanjaan dan perkantoran,” ujar Febby Anwar, Manajer Pemasaran Ismaya Group. Artinya dengan lokasi semacam itu, pasar sudah terbentuk. Namun bukan berarti SH tidak melakukan upaya pemasaran. Pada berbagai media fesyen yang pasarnya sesuai target pasar yang dituju, Social House beriklan. “Kami juga punya media internal yang ditaruh diberbagai unit usaha. Disana tertulis apa saja yang terjadi di unit usaha lainnya dan iskon apa saja yang ada di unit usaha Ismaya,”ungkap Febby yang bergabung dengan Ismaya sejak perusahaan tersebut baru memiliki satu unit usaha.

Para pekerja kantor dapat menikmati hidangan Social House sejak pagi hari. Diatas lahan seluas 1150 m2, tedapat tiga ruangan VIP yang biasa digunakan untuk rapat korporat atau pertemuan beberapa orang dalam acara formal ataupun nonformal. Konferensi pers berada diluar ruangan VIP. Pihak Social House menyebutnya sebagai sistem banquet. “Pengunjung kami terdiri dari pekerja kantoran, orang-orang profesional, ekspatriat, ibu-ibu arisan. Jadi target pasar kami lumayan terbuka,”ungkap Sarjana lulusan STIKOM Interstudi, Jakarta itu.

Setiap tahun pertumbuhan stabil diangka 15-20% “Tapi ada situasi ketika pengunjung tidak ramai. Ini biasanya disebabkan ada satu resto lain yang buka atau saat bulan Ramadhan. Hal-hal semacam itu pasti ada efeknya,” kata Febby lagi.

Tapi perubahan jumlah pengunjung tidak banyak berpengaruh pada pertumbuhan selama setahun. “Dari 100% pengunjung, ada sekitar 70% yang merupakan pengunjung loyal,” jelas Febby. Social House menyajikan menu-menu internasional seperti menu Asia, Eropa, Timur Tengah dan lainnya. Selain-menu yang langsung dikreasikan oleh executive chef, ada menu lain yang kemunculannya berasal dari saran pengunjung. “Kami tidak sepenuhnya berganti menu, tapi ada item yang ditambahkan secara berkala,” ujar Febby.

Setiap dua bulan sekali, Social House mengadakan festival makanan internasional, seperti festival makanan Italia, Meksiko, Spanyol, dan lainnya. Supaya festival makanan tersebut lebih meriah,mereka juga menampilkan atraksi khas negara bersangkutan. Seperti ketika menampilkan Festival makanan Maroko, pengunjung disuguhkan tarian perut. “Tidak cuma menu saja, kami mengemas festival tersebut dengan dekorasi dan entertainment yang membuat kita seakan ada dinegara tersebut,” kata Febby lagi. Manajemen Ismaya menyadari penambahan pengunjung setiap tahun perlu diiringi dengan penambahan varian menu. (Acha)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)