Riawan Amin: Spiritual Leader Mampu Bangkitkan Invisible Forces

Nama A. Riawan Amin sudah amat dikenal di kalangan pelaku dan pemerhati ekonomi/perbankan syariah. Maklumlah, lelaki kelahiran Tanjung Pinang, Propinsi Riau, pada 27 April 1958, ini pernah memimpin bank syariah pertama di Indonesia yakni Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Sebagai Dirut BMI pada 1999-2009, Riawan dinilai sukses memimpin pemulihan bank ini melewati masa krisis moneter sepanjang 1999-2002. Bahkan, berkat kepemimpinannya pula BMI berhasil meraih penghargaan internasional Most Outstanding Performance in Islamic Bank dari KLIFF Award pada 2004. Semasa jabatannya di bank syariah itu, peraih gelar Master of Science Jurusan Interdisplinary Study dari University of Texas, AS, 1978 ini juga pernah mengetuai Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Asbisindo).

Kiprahnya bukan hanya sebatas sebagai praktisi perbankan syariah. Putera dari Gubernur Sumatera Utara pertama ini juga dikenal di dunia intelektual. Hingga kini ada lima buku hasil karyanya, dengan tema : “The Celestial Management”, “Satanic Finance”, “Indonesia Militan”, “You Are Not The Boss”, dan “The CEO Time Matrix”. Ia juga masih meluangkan waktunya untuk mengajar di UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Indonesia.

riawan amin

Peraih gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Syarif Hidayatullah ini juga seorang pembicara seminar berpengalaman, di dalam dan luar negeri. Topik-topik yang sering dibawakannya, seiring dengan kegemarannya membaca dan menulis, cukup luas; mulai dari tema-tema Islamic Banking Finance, Personal & Organizational Productivity, dan Spiritual Management & Leadership.

Berikut ini petikan wawancara singkat dengan pakar ekonomi syariah dan manajemen spiritual ini mengenai apa itu spiritual leadership dan relevansinya dengan dunia bisnis :

Apa itu spiritual leadership?

Definisi paling sederhana dari spirit adalah “animating force behind every creation”. Sedangkan definisi leadership adalah “capability to set strategic direction and synergizing all resources toward that direction.

Jadi, seorang spiritual leader adalah seorang yang mampu membangkitkan invisible forces (kekuatan tak terlihat) dalam perusahaan dan diri karyawannya untuk mencapai tujuan bersama.

Apakah spiritual leadership sama dengan religious leadership?

Seseorang yang religius belum tentu mencapai tingkat spiritualitas. Sementara seseorang yang tidak religius pun dapat menjadi spiritual. Ini dibuktikan dengan fakta bahwa masyarakat barat semakin mengakui validitas adanya invisible forces walaupun secara formal mereka tidak religius.

riawan

Lalu, apa pentingnya spiritual leadership bagi staf, manajer, dan pimpinan korporasi?

David Allen lewat buku best seller-nya “Getting Things Done”, melempar istilah “mind like water” sebagai prasyarat hadirnya produktivitas yang tinggi. "Mind like water"  dibangun melalui kombinasi spiritualitas dan technical productivity skill.

Apa manfaat yang bisa dirasakan perusahaan yang pemimpinnya menjalankan spiritual leadership?

Yang paling penting adalah terbangunnya loyalitas dan komitmen karyawan yang tinggi.

Apa ciri-ciri perusahaan yang pemimpinnya menjalankan spiritual leadership?

Terwujudnya 3P : Peace of Mind, Productivity and Prosperity.

Lalu, apa syarat utama untuk menjalankan spiritual leadership?

Harus ada keyakinan, pengetahuan, dan applied skill. (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)