Strategi Amway Indonesia untuk Masuk 10 Besar Dunia

Untuk menopang target itu, jelas Tina, pihaknya telah mempersiapkan beberapa rencana yang bakal menjadi pilar kekuatan Amway ke depan. Pilar pertama, mempersiapkan kemampuan sumber daya manusianya (SDM). Ini, antara lain, dilakukan melalui serangkain pelatihan intensif, baik kepada karyawan maupun distributor.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan hampir tiap minggu ini mereka diberi sejumlah pengetahuan mengenai cara berkomunikasi yang baik, menjual, merekrut orang, memperluas jaringan dan bagaimana menjadi entepreneur yang baik. Guna lebih mengintensifkan kegiatan pelatihan ini, ke depan Amway berencana mengembangkan Amway School.

Pilar kedua, menyangkut kualitas produk. Selama ini Amway dikenal sangat serius mengenai kualitas produk. Jutaan dolar AS dialokasikan khusus untuk keperluan riset dan pengembangan (R&D) guna menghasilkan produk berkualitas. Karena itu, walau membuka peluang bagi produsen lokal, namun Amway tetap komit mencari mitra yang memiliki produk berkualitas. Tina menerangkan, Amway membagi produknya ke dalam dua klasifikasi.

Pertama, coreline (produk inti), yakni produk-produk keluaran Amway sendiri, seperti Nutrilite (suplemen makanan), Artistry (produk kecantikan), Prostique (perawatan rambut) dan Glister (perawatan mulut). Kedua, produk-produk hasil kerja sama dengan mitra perusahaan lokal. Saat ini Amway telah memasarkan 500 jenis produk, di mana sekitar 10% di antaranya merupakan produk dari perusahaan lokal.

Sejauh ini, kontribusi terbesar penjualan Amway masih dari food supplement, seperti Nutrilite (40%), produk kecantikan dan Artistry (20%). Sisanya, disumbang dari beberapa produk, seperti home care, pertanian, personal care,perlengkapan spa, alat pendidikan anak, pakaian, travel bag dan makanan.

Pilar ketiga, meningkatkan kerjasama dan sekaligus mendorong perkembangan bisnis perusahaan lokal dalam pemasaran produknya. Berkaitan dengan itu, pada pertengahan Juli lalu, Amway telah melakukan penandatangan nota kesepakatan dengan PT Usaha Kita Makmur Indonesia. Melalui perusahaan yang dibentuk KADIN untuk mewadahi para usaha kecil dan menengah (UKM) tersebut, Amway akan membantu memasarkan berbagai produk UKM lewat seluruh jaringan distribusinya, baik di dalam maupun di luar negeri. "Ini jelas suatu kebanggaan, karena hanya Amway satu-satunya perusahaan MLM yang dipercaya untuk turut mendorong perkembangan bisnis UKM," ujar Tina. Saat ini sudah ada sekitar 10 perusahaan lokal yang telah bermitra dengan Amway. Jumlah ini diharapkan akan terus bertambah ditahun-tahun mendatang.

Pilar keempat, meningkatkan hubungan komunikasi dengan para distributor. Bentuknya: penyediaan prasarana untuk memudahkan hubungan dengan distributor, antara lain melalui website (www.amway.co.id) dan short message service (SMS). Rencananya, untuk memudahkan komunikasi dengan para distributor ini, tahun depan Amway membangun sebuah Call Center. Selain itu, lanjut Tina, optimisme Amway dilandasi performa perusahaan MLM asal Amerika ini. Sejak masuk Indonesia 12 tahun lalu, Amway telah memiliki 15 Amway Distribution Center (ADC) dan 7 Amway Product Center (APC), serta 22 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Disamping itu, Amway pun memiliki lebih dari 200 ribu distributor aktif, yang jumlahnya ditargetkan bisa meningkat sebesar 40% tahun ini. "Dalam dua tahun terakhir bisnis Amway tumbuh 100%. Ke depan, kami berharap bisnis Amway terus meningkat," ucap Tina.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)