Strategi Consumer & Trade Promo Paling Efektif di Industri Snack

Akhir-akhir ini produsen makanan ringan merek Nabati kembali gencar membobardir pasar dengan aneka produknya. Kebangkitan ini dinilai Sumardy sebagai langkah positif. “Sebagaipemain yang awalnya tidak memiliki track record di industri makanan, tentunya Nabati mempunyai kesempatan untuk melakukan inovasi karena tidak ada beban sejarah dan berani untuk mencoba sesuatu yang baru, yaitu meluncurkan snack berbasis keju,” ujar pengamat pemasaran dari lembaga Octobrand, itu.

Beberapa waktu lalu produk Nabati sempat hilang dari peredaran. Dan jurus itu dianggap Sumardy sebagai sebuah kelebihan karena menunjukkan bagaimana larisnya produk itu. Namun demikian, hilangnya dari peredaran tentu tidak bisa dianggap sebagai sebuah kesalahan karena ini lebih berkaitan dengan kemampuan melakukan planning dan inventory control. Meski memberikan opportunity lost, tapi hilang dari pasaran juga merupakan berkah dari laris manisnya sebuah produk.

Langkah apa yang seharusnya dilakukan Nabati agar dapat bersaing dengan pemain di industri snack lain? Menurutnya, industri snack merupakan industri yang gampang naik dan turun, low margin, tingkat loyalitas yang rendah serta produk-produknya membosankan dalam arti gampang ditiru oleh kompetitor. “Permasalahan yang selalu dialami oleh perusahaan di industri ini adalah matinya kemampuan untuk inovasi dan mencoba sesuatu yang baru seperti saat pertama kali memulai kategori snack berbasis keju ini,” jelas Sumardy.

Tantangan terbesar adalah apakah Nabati akan tetap setia dengan kejunya atau akan berani memperkenalkan sesuatu yang baru yang belum pernah ada sebelumnya sebagai mesin pertumbuhan perusahaan di masa mendatang

Nabati mengincar anak-anak sebagai target pasar utama. Anak-anak adalah pasar yang hampir diincar oleh semua pemain di industri snack dan kecenderungan loyalitas yang rendah serta pengambilan keputusan yang lebih emosional. Sulitnya lagi adalah niat untuk membangun brand di market anak-anak juga akan terlihat percuma karena rendahnya margin di industri ini. Dan cara paling rasional adalah menggunakan consumer dan trade promo. Strategi ini paling efektif di industri snack.

Selama ini Nabati sudah berhasil menciptakan standar di lidah yangg tentunya akan memengaruhi penilaian terhadap produk kompetitor pesaingnya. Di industri snack seperti ini, pilihannya hanya menghasilkan produk yang lebih enak atau lebih murah. Dan sepertinya kompetitor sudah melakukan ini dengan baik seperti produk dengan isi yg lebih banyak atau harga yang lebih terjangkau. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)