Strategi Operator Seluler Garap Pasar Muda

Generasi Y dan Z di Indonesia memiliki karakter unik. Terbiasa dengan internet dan ponsel, juga cenderung menginginkan kebebasan, termasuk dalam memilih paket telekomunikasi. Bagaimana operator seluler mengakomodasinya?

By.U Telkomsel

App Annie, pemimpin data pasar seluler dan analitis, merilis laporan tentang generasi (Gen) Z yang sekarang merupakan populasi terbesar di dunia. Mereka menganggap bahwa peranti yang bisa dibawa ke mana saja (mobile), terutama ponsel pintar (smartphone),menjadi peranti penting yang harus didahulukan dan semakin menjadi tren di 2020. Gen Z merupakan generasi setelah Gen Y (milenial). Mereka dilahirkan dalam rentang tahun 1995 sampai 2010 atau sekarang di bawah usia 25 tahun.

Gen Z merupakan generasi pertama yang tumbuh dan dibesarkan dengan ponsel. Tidak mengherankan, pertumbuhan pengguna aktif Gen Z pada peranti mobile pun meningkat lebih cepat dibandingkan pengguna aktif yang lebih tua (berusia lebih dari 25 tahun) di banyak pasar. Seperti di Indonesia, pengguna peranti mobile aktif Gen Z tumbuh 25% lebih cepat daripada pengguna di atas umur 25 tahun. Artinya, Gen Z merupakan pasar potensial dan bahkan menjadi pasar masa depan, khususnya untuk industri telekomunikasi.

Guna mengakomodasi kebutuhan yang sesuai dengan karakter Gen Z dan Gen Y, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) meluncurkan produk By.U yang menghadirkan semua fitur dan layanan berbasis aplikasi yang bisa diakses melalui gadget mereka. By.U adalah layanan seluler prabayar serba digital pertama di Indonesia yang seluruh layanan dan fiturnya bisa diakses melalui satu aplikasi saja.

Trio Y.G. Lumbantoruan, Vice President By.U Telkomsel

Dengan demikian, pelanggan bisa mendapatkan end-to-end service, mulai dari pemesanan SIM card, pemilihan nomor ponsel, pembayaran pesanan, pembuatan paket, hingga pelayanan pascajual (after sales service) melalui aplikasi By.U. “Jadi, By.U menghadirkan layanan telekomunikasi yang bisa dipilih sendiri oleh pelanggan sesuai keinginan mereka yang masing-masing tentunya berbeda,” kata Trio Y.G. Lumbantoruan, Vice President By.U Telkomsel.

By.U pertama kali diluncurkan pada 15 September 2019 dalam versi beta dengan nama HUP! Beta, yang dihadirkan untuk kepentingan pasar dan feature testing. Setelah sukses, akhirnya pada 10 Oktober 2019 secara komersial brand By.U diluncurkan untuk pertama kalinya bagi masyarakat di seluruh Indonesia. “By.U menghadirkan tagline ‘Semuanya Semaunya’. Harapannya, dengan layanan berbasis aplikasi ini, pelanggan benar-benar bisa mengatur sendiri penggunaan semua layanan sesuai kemauan mereka,” kata Trio.

Konsep “Semuanya Semaunya” diimplementasikan pada seluruh fitur di aplikasi By.U. Antara lain, pertama, membuat paket data, yang bisa diilustrasikan seperti membeli bubble tea:pelanggan bisa memilih size-nya terlebih dahulu, kemudian memilih topping tambahan agar lebih memuaskan. Kuota topping tersebut antara lain kuota topping Instagram, YouTube, WhatsApp, ataupun kuota topping telepon (voice).

Pages: 1 2 3 4

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)