Strategi Prudential Pertahankan Nasabah

Padahal, dilihat dari kekuatan keuangan Prudential sangatlah sehat (solven). Lihat saja, aset kelolanya mencapai triliunan rupiah dengan tingkat Risk Based Capital (RBC) mencapai 255% per 31 Desember 2003, jauh melebihi ketentuan minimal Departemen Keuangan sebesar 100%. Lagi pula, perusahaan asuransi yang memiliki lebih dari 100 ribu nasabah dan 8.500 agen ini merupakan bagian dari Prudential Plc --perusahaan keuangan intenasional terkemuka di Inggris yang telah berpengalaman selama 150 tahun dengan dana kelola sebesar US$ 300 miliar.

Cristophel Alimang, Senior Unit Manager Prudential --salah satu top agen asuransi ini, mengisahkan kepada Majalah SWA, kondisi ini cukup berpengaruh terhadap dirinya yang membawahi 25 agen dan 350 nasabah yang dikelolanya. Banyak pertanyaan, kekhawatiran dan kepastian akan nasib mereka kepada Cris. “Jujur saja, saya sendiri sangat kaget saat Prudential dinyatakan pailit dengan tiba-tiba,” ia berkisah. Ia pun tak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukannya untuk meyakinkan nasabah Prudential. Dari mulai menelepon, bertemu langsung sampai memberikan foto copy berita-berita perkembangan terakhir Prudential kepada mereka. "Termasuk memberikan informasi tentang upaya yang dilakukan pihak manajemen Prudential untuk mengembalikan bisnis berjalan normal.

Menurutnya, upaya ini cukup ampuh untuk mempertahankan agen dan nasabah yang dibawahinya. Apalagi manajemen Prudential cepat tanggap, seperti melakukan lobi dengan pejabat pemerintah, anggota DPR/MPR, Kedubes Inggris, Kedubes negara-negara Eropa, asosiasi perusahan asuransi dan asosiasi bisnis lainnya. “Saat ini Prudential tinggal menunggu kasasi dari Mahkamah Agung dan kami yakin Prudential akan menang,” katanya mantap. Terlebih, kantor pusat Prudential di London (Inggris) juga turut membantu dengan melakukan lobi tingkat
tinggi.

Sementara itu, Hellen Hakim, Unit Manager Prudential yang juga merupakan top agen, pun mengungkapkan, dirinya juga melakukan seperti Cris untuk mempertahankan 108 nasabah yang dikelolanya. Menurutnya, hampir setiap saat dirinya terus menyakinkan para nasabahnya bahwa kondisi pailit Prudential akan segera berakhir dan bisnis asuransi ini akan berjalan normal kembali. “Suara saya sampai serak karena terus memberikan penjelasan kepada para nasabah,” katanya serius sambil mengatakan, hingga saat ini belum ada nasabahnya yang keluar. Hanya saja, ia mengakui, ada beberapa nasabah yang untuk sementara waktu tidak membayar premi sampai kondisi normal kembali. “Namun itu tidak banyak,” ia menegaskan.

Bahkan, meski dalam kondisi seperti sekarang, ada saja nasabah baru yang bergabung dengan Prudential. Apalagi pihak manajemen Prudential menjamin polis nasabah tetap aman. “Yang kami inginkan saat ini adalah kasasi MA cepat dikeluarkan dan Prudential berjalan normal kembali,” ia berharap. Pasalnya, kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh Prudential tetapi juga berdampak pada bisnis asuransi secara keseluruhan, termasuk kepercayaan para investor dari luar negeri.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)