Strategi Bata di Bawah Komando Presdir Baru dari India

Di bawah kepemimpinan Presiden Direktur yang baru PT Sepatu Bata Tbk., (Bata) berencana semakin agresif menggarap pasar. Sejumlah strategi pun dipaparkan oleh Inderpreet Singh, Presdir baru Bata yang diangkat menggantikan Presdir sebelumnya Imran Malik pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar Jumat (16/12) di kantor pusat Bata di Jalan R.A Kartini, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Direksi baru Bata dari kiri ke kanan: Ricardo Lumalessi, Inderpreet Singh, dan Hatta Tutuko.

 

Singh yang berkebangsaan India memaparkan, salah satu strategi pertumbuhannya adalah dengan menambah minimal 50 gerai baru di tahun depan dari total 500 toko yang ada saat ini.  Tak ketinggalan 50 gerai akan direnovasi demi penyegaran tampilan. Toko-toko yang baru dibuka akan diprioritaskan untuk area luar Pulau Jawa seperti Manado, Bali, Makassar dan Medan.

 

Lebih lanjut Singh menjelaskan, renovasi akan memakan biaya sekitar Rp 500-600  juta per gerai. Biaya yang sama berlaku untuk pembukaan toko baru.  “ Sementara gerai yang berada di dalam pusat perbelanjaan bisa jadi lebih tinggi biayanya. Biaya buka toko baru juga biayanya hampir sama seperti dengan merenovasi,” ungkap Singh di hadapan media massa.

 

Adapun strategi pemasaran Bata akan terus mengembangkan segmen gaya hidup dengan merek Northstar dan olah raga dengan merek Power. Pemasaran produk juga akan lebih intensif melalui jalur daring dengan bekerja sama dengan market place pihak ketiga . “Tahun 2018 kita akan lebih eksis di perdagangan online. Bata saat ini telah kerja sama dengan sejumlah pelaku e-commerce seperti Lazada, Blibli, Zalora dan sebagainya,” tambah Singh.

Satu jalur pemasaran baru yang juga akan digarap adalah waralaba. Konsep ini bisa bisa dibilang merupakan strategi baru untuk Bata. Tujuannya tak lain demi mempercepat ekspansi Bata ke berbagai wilayah yang belum dijangkau. “Kami juga ingin ambil bagian dalam bisnis waralaba meski ini bukan yang utama. Yang terpenting adalah bagaimana bisa mencari partner dengan masyarakat yang mau berbisnis dengan Bata,” tandas Singh.

 

Adapun reputasi Singh di industri ritel dan perusahaan Bata cukup kokoh. Karir alumnus B. Tech, Textiles, Indian Institute of Technology, Delhi dan Post Graduate in Fashion Management dari National Institute of Fashion Technology, India itu melesat dengan cepat. Dari seorang District Manager Bata India pada tahun 2009, Singh dalam tempo 5 tahun sukses menduduki kursi Managing Director Bata Sri Lanka dan kemudian menduduki kursi Head of Retail Bata India sebelum mendarat di Bata Indonesia sebagai Country Manager pada Oktober 2017.

Adapun terkait keputusan RUPSLB, susunan dewan komisaris dan dewan direksi Bata terbaru selengkapnya adalah sebagai berikut:

Susunan Komisaris

Presiden Komisaris : Rajeev Gopalakrishnan

Komisaris Independen : Hanafiag Djahawinata

Komisaris Independen :Farid Harianto

Komisaris : Shaibal Sinha

 

Susunan Direksi

Direktur Utama : Inderpreet Singh

Direktur : Piyush Gupta

Direktur Independen : Hatta Tutuko

Direktur : Ricardo Lumalessil.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)