Sun dan UI Jalin Kerjasama

"Sun Microsystems memiliki komitmen yang sangat kuat dalam bidang pendidikan. Karena itu, kami sangat senang memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan Universitas Indonesia dalam meluncurkan InGRID. Kami yakin, kehadiran dari infrastruktur ini dapat memenuhi kebutuhan para peneliti akan sumber daya komputasi yang pada gilirannya dapat meningkatkan tingkat kompetitif bangsa ini," kata Wibisono Gumulya, Presiden Direktur PT Sun Microsystems Indonesia.

Dijelaskan Wibisono, inGRID menyediakan sumber daya komputasi berkinerja tinggi bagi para peneliti yang terhubung ke jaringan INHERENT, yaitu suatu jaringan backbone teknologi informasi dan komunikasi yang menghubungkan setiap perguruan tinggi di Indonesia, yang dibangun oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI). inGRID juga diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan penelitian bagi berbagai industri yang membutuhkan pengolahan data yang kompleks seperti industri Oil & Gas dan film Animasi serta institusi-institusi pemerintahan.

inGRID yang dikembangkan di Universitas Indonesia, tepatnya di Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), didukung oleh sumber daya komputasi dengan kapasitas setara dengan 16 komputer berprosesor Opteron, dual-core, memori sebesar 16 GB, dan tempat penyimpanan data sebesar 1 TB serta dapat diakses melalui portal web http://grid.ui.ac.id/portal. Di masa yang akan datang, sumber daya komputasi inGRID diharapkan akan bertambah dengan bergabungnya infrastruktur komputasi di perguruan-perguruan tinggi lainnya.

Teknologi komputasi grid merupakan model komputasi modern yang menawarkan kemampuan untuk melakukan proses komputasi berkinerja tinggi dengan memanfaatkan resources yang tersedia dari sejumlah komputer yang secara geografis terpisah namun terkoneksi dalam suatu jaringan. Teknologi ini tidak saja memungkinkan para peneliti di negara berkembang seperti Indonesia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan biaya yang terjangkau, namun juga dapat memanfaatkan sumber daya komputasi yang ada semaksimal mungkin secara bersamaan oleh para peneliti yang berada di lokasi yang berbeda. Suatu infrastruktur komputasi grid di tingkat nasional akan dapat menekan biaya investasi dibandingkan bila masing-masing institusi penelitian di negara ini harus mengadakan perangkat komputasinya masing-masing. Selain itu, infrastruktur tersebut dapat digunakan oleh para peneliti untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Teknologi komputasi Grid sangat cocok bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan karena sejumlah komputer yang secara geografis terpisah dapat saling berhubungan dalam waktu yang bersamaan. Tentu saja hal ini dapat menunjang berbagai kebutuhan pemerintah dan industri dalam negeri seperti untuk simulasi ekonomi, ramalan cuaca, Tsunami Early Warning System, dsbnya. Dengan dibangunnya fasilitas ini di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, diharapkan dapat menstimulasi pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan yang sama. "Kami bangga mendapat kepercayaan mengembangkan inGRID, dimana pengembangannya mendapat dukungan dari Sun Microsystems yang berfokus kepada perkembangan dunia pendidikan. Keberadaan inGRID diharapkan sebagai titik awal bagi terciptanya fasilitas komputasi grid berskala nasional," kata Bobby A. A. Nazief, Ph.D, Kepala Grid Computing Research Group, FASILKOM, Universitas Indonesia, sebagai penanggung jawab inGRID.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)