Listed Articles

Survei TCI HSBC: Eksportir Importir Indonesia Paling Optimistis di Asia Tenggara

Survei TCI HSBC: Eksportir Importir Indonesia Paling Optimistis di Asia Tenggara

HSBC memaparkan hasil Trade Confidence Index (TCI) periode semester I tahun 2011, yang mengukur tingkat optimisme pelaku perdagangan internasional serta pandangannya terhadap pertumbuhan bisnis ekspor impor. Dalam pemaparan hasil survey itu, Nirmala Salli, Head Trade and Supply Chain HSBC Indonesia, menjelaskan, pelaku ekspor impor Indonesia masih optimis terhadap prospek perdagangan antar negara, meski sempat terhimpit inflasi yang menyurutkan margin keuntungan mereka.

“Hasil TCI kali ini cukup mengejutkan, karena meski turun satu poin dibandingkan enam bulan yang lalu, indeks optimisme pelaku bisnis ekspor dan impor di Indonesia masih tinggi di tengah inflasi yang menggerus laba mereka,” jelasnya. Pelaku perdagangan di Indonesia dapat dikatakan paling optimistis di antara negara Asia Tenggara dan nomor empat dari 21 negara yang disurvei. Mereka percaya bahwa volume perdagangan dalam enam bulan ke depan masih akan terus tumbuh, begitu pula kebutuhan dan akses pembiayaan perdagangan (trade financing).

HSBC Trade Confidence Index mengambil sample di 21 negara di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika serta Eropa. Jajak pendapat mengenai perdagangan antara negara terbesar yang pernah ada ini melibatkan 6,390 perusahaan skala kecil dan menengah yang memiliki aktivitas ekspor – impor.

Responden ditanya tentang pandangan mereka selama enam bulan ke depan mengenai volume perdagangan, resiko transaksi yang datang dari partner dagang mereka baik pembeli dan penjual, kebutuhan dan akses terhadap pembiayaan perdagangan (trade financing), serta pengaruh fluktuasi mata uang maupun regulasi perdagangan. Hasil pengukuran dituangkan dalam bentuk index dari 0 sampai 200, dimana 200 merupakan skor tertinggi tingkat optimisme dan 100 adalah angka netral.

Selain dari peningkatan volume perdagangan, optimisme pelaku ekspor dan impor Indonesia tercermin dalam pandangan mereka dalam melihat peningkatan kebutuhan pembiayaan perdagangan (trade financing). Sebagai antisipasi dari prediksi adanya peningkatan volume perdagangan ini, lebih dari setengah (60%) responden menyatakan kebutuhan trade financing mereka akan meningkat dalam enam bulan ke depan, yang diiringi dengan optimisme mereka akan semakin terbukanya akses untuk mendapatkan trade financing ini. Adapun sumber utama dari trade financing sebagian besar dipenuhi dari pembiayaan mandiri (self funded) serta pembiayaan dari perbankan.

Semakin membaiknya iklim perekonomian dunia juga membuat pelaku perdagangan percaya bahwa risiko transaksi perdagangan internasional, baik dari sisi penjual dan pembeli, akan turun atau tetap berada di level yang sama. Kekhawatiran mengenai adanya gagal bayar dari pembeli atau wanprestasi dari partner dagang mereka menurun dibandingkan periode survei sebelumnya.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved